Langganan SP 2

Dorong Lima Wilayah Jadi Penyangga Pangan

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 180

Dorong Lima Wilayah Jadi Penyangga Pangan
PROPOSAL PERBAIKAN - Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyerahkan langsung proposal perbaikan bendungan Merowi kepada Mentan, Amran Sulaiman saat launching ekspor beras ke Malaysia, Jumat (20/10) lalu
SANGGAU, SP – Pemkab Sanggau terus berupaya meningkatkan produksi pangan, terutama padi dan jagung. Langkah itu diharapkan bisa mewujudkan Sanggau sebagai lumbung pangan perbatasan.  

Menurut Bupati Sanggau, Poalus Hadi, Kabupaten Sanggau merupakan daerah potensial yang akan menjadi lumbung pangan kawasan perbatasan. Untuk mewudukan itu, strategi yang dibangun yaitu membagi dua lokasi yakni lokasi prioritas 1 dan lokasi penyangga.
  Dikatakan bahwa lokasi prioritas 1 mencakup kecamatan Entikong dan Sekayam. Sedangan kawasan penyangga terdiri dari Kecamatan Kembayan, Beduai, Noyan, Jangkang dan Bonti.  

“Kembayan akan dijadikan wilayah pengembangan padi. Sedangkan Sekayam sebagai wilayah pengembangan jagung. Lima kecamatan lain sebagai pendukung,” katanya di Desa Tunggal Bhati, belum lama ini.
 

Melihat potensi sumber daya yang ada, PH, sapaan akrab Bupati Sanggau ini, peluang pengembangan komoditas terutama padi di Kabupaten Saggau masih sangat terbuka, sehingga layak untuk menjadi lumbung pangan kawasan perbatasan.   Hal ini dibuktikan dari produksi padi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada tahun 2015 sebesar 133.822 ton meningkat pada tahun 2016 menjadi 182.837 ton.  

“Apabila dikonversi menjadi beras untuk konsumsi penduduk, Kabupaten Sanggau mengalami surplus sebesar 58,562 ton. Dan Kabupaten Sanggau juga pernah mendapatkan penghargaan Pin Emas dari Menteri Pertanian RI yang diserahkan di Kabupaten Subang, Jawa Barat tahun 2015 lalu,” ucap Bupati.
 

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan ini menambahkan, areal sawah di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan merupakan bagian dari Merowi Komplek, dimana potensi lahan sawah yang dapat digarap mencapai 1.200 hektare.
 

Namun dalam perkembangannya, diungkapkan PH, pemanfaatan lahan ini dihadapkan pada beberapa masalah. Karena itu, perlu adanya perbaikan saluran primer lantaran saat ini saluran tersebut mengalami sedimentasi yang cukup tinggi. Kemudian, beberapa saluran sekunder juga perlu perbaikan. (jul/bah)