Langganan SP 2

Registrasi Ulang Kartu Ponsel, Banyak Warga Tak Tahu

Sanggau

Editor Tajil Atifin Dibaca : 345

Registrasi Ulang Kartu Ponsel, Banyak Warga Tak Tahu
ilustrasi
SANGGAU, SP – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mewajibkan pelanggan telekomunikasi mendaftarkan ulang atau registrasi ulang SIM card / kartu prabayar dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Namun ternyata, aturan baru itu masih banyak belum diketahui warga.

Dini misalnya, warga Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau ini mengaku selama ini tidak mengetahui adanya kewajiban harus mendaftar ulang kartu ponsel yang digunakannya.

"Baru tahu saya, bagaimana caranya Bang," tanya ibu tiga anak ini ditemui Suara Pemred, Jumat (27/10).

Ia bahkan terkejut ketika mengetahui bahwa ada sanksi jika tidak melakukan registrasi ulang yang dimulai 31 Oktober 2017.

"Wah, benar diblokir ya Bang kalau tidak daftar ulang kartu ponsel. Kalau gitu mau segera daftarlah, sebelum terlambat. Kan sayang ini kartu lama saya, tidak pernah ganti," ucap Dini.

Demi menyukseskan program tersebut, Kementerian Kominfo menggandeng operator telekomunikasi seluler menyebar SMS yang isinya mengimbau kepada pelanggan agar segera melakukan registrasi ulang SIM card.

" Kalau SMS dari Kominfo, sampai sekarang saya belum terima," kata Dini.


Senada, Sri juga mengaku belum mengetahui aturan baru tersebut dan belum menerima SMS dari Kementerian Kominfo.

"Ndak tahu ya, SMS dari Kominfo juga belum ada," ucap warga Sosok ini.

Sementara itu, Yanti mengaku baru mengetahui aturan baru tersebut ketika menerima SMS dari Kominfo.

"Saya ada terima SMS dari Kominfo. Isinya, Per 31 Oktober 2017 Pelanggan wajib daftar ulang kartu prabayar dengan validasi No Induk Kependudukan & KK. SMS Ulang NIK#nomorKK# ke 4444 atau tsel.me/daftarulang info:188," ucapnya sambil menunjukkan SMS itu.


Menurut Yanti, setelah melakukan registrasi ulang dengan mengirim format SMS seperti yang tertera di SMS dari Kominfo dan registrasi berhasil, pelanggan akan mendapat pemberitahuan dari 4444 yang isinya nama lengkap dan alamat sesuai KTP.

Untuk diketahui, peraturan registrasi ulang itu tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017 yang merupakan revisi dari Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Peraturan yang dirancang untuk memvalidasi identitas asli pengguna dengan menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini tidak hanya berlaku bagi pelanggan yang membeli SIM card baru. Artinya, seluruh pengguna (termasuk pelanggan lama) diwajibkan mendaftar ulang paling lambat pada 28 Februari 2018. (jul/bah)