Langganan SP 2

Pemkab Sanggau Mulai Realisasikan KIA untuk 1.000 Anak

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 104

Pemkab Sanggau Mulai Realisasikan KIA untuk 1.000 Anak
KIA – Sejumlah anak menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA). Di Sanggau, KIA mulai direalisasikan tahun depan.
SANGGAU, SP – Pemerintah Kabupaten Sanggau berencana mulai menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) tahun depan. Menurut Permendagri Nomor 2 Tahun 2016, penerbitan KIA bertujuan untuk mendata, melindungi serta memenuhi hak-hak anak.    

“Ini (KIA) program pusat, yang dibantu pemerintah pusat untuk Kalbar satu tahun satu kabupaten. Pertama Sekadau, kemudian Landak, dan tahun ini Kota Pontianak. Insya Allah tahun 2018 kita programkan walaupun dengan dana yang sedikit. Target kita tahun depan 1.000 anak,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sanggau, Zawawi ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu.
 

Dijelaskan bahwa manfaat KIA seperti untuk persyaratan mendaftar sekolah. Untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri anak, misalnya untuk data identitas membuka tabungan atau menabung di bank.
 

“Di Landak sudah berlaku. Kalau tidak ada KIA, sekolah tidak mau menerima si anak,” ujar Zawawi.
  KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah, yang diterbitkan Dinas Dukcapil kabupaten/kota. Bagi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran.  

Sementara bagi anak yang belum berusia lima tahun, orangtua harus memenuhi persyaratan administrasi, antara lain menyiapka fotokopi akta kelahiran dan menunjukkan kutipan akta kelahiran, menyiapkan KK asli orang tua/wali serta KTP asli kedua orang tua/wali.
 

Sementara bagi anak yang sudah berusia lima tahun, orangtua harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni fotokopi kutipan akta kelahiran dan menunjukkan kutipan akta kelahiran aslinya, menyiapkan KK asli orang tua/wali, membawa KTP asli kedua orang tua/wali dan membawa pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak dua lembar.
 

Dalam Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2017 tentang KIA disebutkan tata cata pembuatan identitas diri anak ini. Pertama, pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dukcapil, kemudian Kepala Dinas Dukcapil menandatangani dan menerbitkan KIA.
 

KIA juga dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor dinas atau kecamatan atau desa/kelurahan. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.  

“Kepada para orangtua kami mengimbau agar mulai bersiap. Dan tahun depan kita minta kepada para orangtua untuk mengurus KIA ke Dukcapil. Ke depan, KIA akan digunakan daftar ke sekolah, selain akta kelahiran dan KK,” pungkas Zawawi. (jul/bah)