20 Guru Kontrak Mengadu ke DPRD

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 136

20 Guru Kontrak Mengadu ke DPRD
AUDIENSI - Para guru kontrak daerah Sanggau saat beraudensi di DPRD Kabupaten Sanggau,
SANGGAU, SP – Nasib malang menimpa 20 tenaga guru kontrak daerah Kabupaten Sanggau. Betapa tidak, mereka yang sudah dua tahun mengajar terpaksa harus diberhentikan karena ijazah yang mereka miliki palsu.  

Memperjuangkan nasib, mereka pun mengadu ke DPRD Kabupaten Sanggau, Selasa (31/10). Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sanggau, Usman yang merupakan koordinator Komisi D dan Komisi B. Dari pihak eksekutif hadir asisten II Setda Sanggau, H Roni Fauzan, Kabag Hukum Setda Sanggau, Yakobus, Sekretaris BKPSDM Sanggau, Herkulanus dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono.
 

Ditemui wartawan usai audiensi, Sudarsono memahami keluhan tenaga guru kontrak sehingga mengadu ke DPRD. Mereka menjadi korban karena disinyalir menggunakan ijazah ilegal, alias palsu.
 

“Kami mendengarkan keluhan para guru kontrak ini dan sudah melakukan klarifikasi ijazah mereka ke perguruan tinggi tempat mereka kuliah yakni Universitas Darul Ulum di Jawa Timur. Ternyata nama-nama mereka tidak terdaftar di sana. Inilah masalahnya,” jelas Sudarsono.
 

Salah satu solusi yang ditawarkan DPRD dalam pertemuan itu, mereka disarankan mengajar di PAUD yang digaji menggunakan dana BOS, bukan dana tenaga guru kontrak dan tidak perlu menggunakan ijazah S1.
 

Para guru kontrak ini, lanjut Sudarson, adalah mereka yang diterima sebagai guru kontrak tahun 2015. Mereka adalah korban perguruan tinggi abal-abal yang mengatasnamakan Darul Ulum Jombang Jawa Timur yang membuka perkuliahan di Tayan dan Balai. (jul/bah)