Diduga Rambah Hutan Lindung, Perusahaan Ini Diperkarakan

Sanggau

Editor Andrie P Putra Dibaca : 253

Diduga Rambah Hutan Lindung, Perusahaan Ini Diperkarakan
KEBUN - Area perkebunan kelapa sawit milik PT Sepanjang Inti Surya Utama 2 di Kecamatan Sekayam dan Noyan, Kabupaten Sanggau. (IST)
PONTIANAK, SP - Nusantara Corruption Watch (NCW) Investigator Kalbar, melaporkan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sepanjang Inti Surya Utama 2 ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Rabu (1/11) kemarin.

Perusahaan yang berada di Kecamatan Sekayam dan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalbar itu diduga melakukan perambahan hutan lindung di luar Hak Guna Usaha (HGU) yang ditentukan.

"Kita sudah laporkan ke Menteri LHK ditembuskan ke Presiden. Di mana PT Sepanjang Inti Surya Utama 2 diduga melakukan perambahan hutan di luar HGU," ujar Koordinator NCW Investigator Kalbar Ibrahim MYH, kepada Suara Pemred di Pontianak, kemarin.

Investigasi dan pengumpulan data di lapangan yang telah dilakukan, NCW menemukan, bahwa warga di Balai Karangan membenarkan adanya perambahan hutan lindung dari aktivitas perkebunan.

"Sekitar 300 hektare yang diduga dirambah di hutan lindung di dekat daerah perbatasan antara Indonesia-Malaysia," ungkapnya.

Dalam kajian yang menggandeng Lembaga Bantuan Hukum Borneo sehingga menjadi laporan ke Kementerian LHK, NCW menemukan dugaan perusahan tersebut telah melakukan tindakan pelanggaran.

Disebutkan, Undang-undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999, UU No 18/2013 tentang  Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dan PP No 28/1985 tentang Perlindungan Hutan.

Ibrahim meminta, pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perusahaan tersebut.

"Jika memang benar mereka melakukan perambahan hutan, diharapkan ditindak dan dihukum serta meningkatkan pengawasan terhadap kasus tersebut, sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku," pintanya. (umr)