Vonis Terdakwa 15 Kg Sabu 20 Tahun

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 106

Vonis Terdakwa 15 Kg Sabu 20 Tahun
SETOP NARKOBA – Seorang aktivis menunjukkan gambar bertuliskan ‘stop narkoba’ sebagai kampanye kepada masyarakat untuk melawan narkoba
SANGGAU, SP – Terdakwa Robiansyah alias Robi dan Risky Novianto alias Kiki divonis 20 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider enam bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sanggau dalam sidang putusan, Rabu (8/11).   Robiansyah dan rekannya dinyatakan bersalah atas kasus kepemilikan 15,39 kilogram sabu asal Malaysia yang diselundupkan melalui PLBN Entikong menuju Pontianak.  

Vonis majelis hakim yang diketuai I Ketut Somanasa dan dua orang anggota, Albanus Ananto dan Maulana Abdillah itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman mati.  

“Putusan majelis hakim kepada dua terdakwa narkotika seberat 15 kg adalah 20 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider enam bulan kurungan (apabila denda tidak dibayar). Hakim berpendapat dan membuktikan sesuai Pasal 114 Ayat (2) Junto Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” terang Humas PN Sanggau, Albanus Asnanto kepada Suara Pemred.
 

Ditemui usai sidang, pengacara terdakwa, Jakarianto mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir terkait putusan tersebut, apakah menerima putusan tersebut atau mengambil langkah hukum selanjutnya yakni banding.  

“Kita pikir-pikir dulu. Yang jelas kita akan membicarakannya lebih dulu dengan pihak keluarga terdakwa. Kan ada waktu tujuh hari yang diberikan kepada kita setelah putusan ini. Artinya kita masih diberikan kesempatan untuk menimbang dan berpikir apakah banding atau tidak,” katanya.
 

Seperti diketahui, pada Minggu, 9 April 2017 pukul 20.15 WIB, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi Kalimantan Barat bersama Bea Cukai dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka atas nama Robiansyah, Rizki dan Syaiful di Senyabang, Batang Tarang, Kabupaten Sanggau.
 

Pada saat penangkapan, Syaiful melakukan perlawanan kepada petugas sehingga petugas menembak tersangka. Meski sempat mendapat perawatan, namun akhirnya Syaiful meninggal dunia di rumah sakit. Dua tersangka lainnya kemudian dibawa untuk kepentingan pengembangan kasusnya.


Dalam menjalankan aksinya, sindikat sabu tersebut menggunakan mobil KB 1783 AU. Barang haram tersebut diletakkan di bawah jok mobil. Untuk mengelabui petugas, disertakan penumpang anak dan perempuan. (jul/bah)