Pemkab Sanggau Percepat Izin Investasi

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 246

Pemkab Sanggau Percepat Izin Investasi
PELAYANAN IZIN - Seorang konsumen saat berada di loket Migas Kantor BKPM, Jakarta, beberapa waktu lalu. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan komitmen pemerintah demi memberikan pelayanan prima dan cepat kepada investor
Sanggau, SP – Pemkab Sanggau berkomitmen untuk mempermudah persoalan perizinan. Dengan adanya layanan perizinan secara online, pengurusan izin di kabupaten itu diharapkan hanya butuh waktu minimal satu hari.  

Komitmen itu ditujukan Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, AL Leysandri saat membuka sosialisasi pengendalian pelaksanaan perizinan dan penanaman modal bidang perizinan di Hotel Emerald Sanggau, kemarin.  

Pada kesempatan itu, Sekda menekankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk berinovasi memberikan pelayanan terbaik kepada inevestor dan pelaku ekonomi. Bahkan, ia meminta Dinas PTSP untuk mempercepat proses perizinan paling lama satu hari.  

“Saya minta proses perizinan dipermudah dan bisa dipercepat, paling lama satu hari. Kota Pontianak itu satu jam, kita harus bisa seperti itu. Apalagi saat ini sudah ada E-Perizinan yang akan mempermudah investor,” ujar Leysandri.
  Kalau dengan E- Perizinan, kata Sekda, semuanya dapat terkontrol.

 “Tidak ada lagi cerita terhambat karena nunggu amplop, tidak ada cerita seperti itu, terima perizinan, diproses dan pemohon tidak perlu ke tempat lain cukup di PTSP ngurus semuanya,” ujarnya.
 

Kepala Dinas PTSP, Joko Prihanto menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sekaligus mencari formula mengatasi masalah yang dihadapi investor dan pelaku ekonomi.  

“Selain itu memberikan pemahaman kepada investor dan pelaku ekonomi yang ada di Kabupaten Sanggau,” jelasnya.   Terpisah, Kabid PTSP Sanggau, Hubertus Leydin mengaku siap menjawab tantangan Sekda.  “Soal permintaan perizinan yang cepat, jangankan satu hari satu jam pun kita siap selama Kadis di tempat dan syaratnya lengkap,” katanya.  

Soal E- Perizinan, Hubertus mengaku belum siap karena memang belum ada daerah lain yang melaksanakan itu, kecuali DKI. “Masalah kita itu di jaringan internet, belum lagi masalah SDM, itukan harus ditangani orang yang profesional yang sudah mendapat pelatihan,” ujarnya.
 

Meski demikian, apa yang disampaikan Sekda, lanjut Hubertus, memang harus dilaksanakan karena sudah ada aturannya. “Kami berterimakasih karena Pak Sekda mengingatkan kita dan memang mestinya PTSP Sanggau sudah harus menjalankan seperti apa yang disampaikan Pak Sekda itu” pungkasnya. (jul/bob)

Komentar