Yansen: Kedepankan Politik Santun

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

Yansen: Kedepankan Politik Santun
MENDAFTAR - Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy dan Fransiskus Ason didampingi para tim pemenangan, relawan dan simpatisan saat hendak menuju KPU Kabupaten Sanggau guna mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada 2018, Selasa (9
SANGGAU, SP - Bakal Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy mengajak partai politik (Parpol) koalisi, seluruh relawan dan simpatisan mengedepankan politik santun dan beretika. Menurut mantan Bupati Sanggau ini, politik santun dan beretika sangat penting untuk mencegah perpecahan di Kabupaten Sanggau.

“Tujuan kita mengikuti Pilkada ini untuk membangun, bukan membuat kita bercerai berai. Kita semua orang Sanggau. Kita ini bersaudara. Jangan mau diadu domba untuk memenuhi nafsu politik sekelompok orang. Persatuan antar kita jauh lebih penting dari sekadar merebut kekuasaan,” tegas Yansen dalam pidato politiknya pada acara deklarasi pasangan Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS) di Gedung DPD Partai Golkar Sanggau, Selasa (8/1).

Diserang dengan berbagai isu negatif, termasuk mantan narapidana, Yansen yang lebih dikenal dengan sebutan Bupati Kampung ini tetap santai. Menurut Yansen, tidak ada kepala daerah yang sempurna..

“Saya minta seluruh yang parpol koalisi, relawan dan simpatisan jangan membalas ejekan dan hinaan mereka. Tugas kita fokus memenangkan Pilkada. Kalau ada tim lain yang memulai jangan dibalas. Jangan rusak persaudaraan kita dengan hal yang tidak penting,” ujar Yansen.

Senada disampaikan Bakal Calon Wakil Bupati Sanggau, Fransiskus Ason. Di hadapan ribuan pendukungnya yang memadati aula Golkar, Ason mengajak peserta Pilkada beradu program, visi dan misi menyejahterakan rakyat, bukan memecahbelah rakyat dengan menebar isu provokatif.

“Tujuan kami maju bersama pak Yansen untuk membangun Sanggau, bukan memecahbelah. Saya berpesan kepada seluruh tim koalisi, relawan dan simpatisan untuk tetap fokus berjuang. Jangan terpengaruh dengan isu yang dimainkan tim lawan,” pesannya. 

Modal utama pembangunan, ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Sanggau ini, adalah persatuan dan kesatuan. Tidak ada Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Bugis, Madura dan lain sebagainya. 

“Kita ini sama di hadapan Tuhan dan di hadapan hukum. Jadi jangan bawa-bawa isu agama, isu etnis, karena kita semua adalah sama,” kata Ason.

Dikatakan Ason, jadi pemimpin harus berani, tak boleh plin plan. Anggaran yang ada untuk kepentingan rakyat. 

“Ini dana sudah dikasih. Tidak mampu diserap ratusan miliar lebih. Jadi pemimpin itu harus berani. Kalau tidak berani itu pasti ada apa-apanya. Kalau saya jadi pemimpin kepala dinas/badan yang tidak mampu, langsung kita ganti karena saya tidak mau orang-orang yang membantu saya tidak mampu bekerja,” tegas Ason. (jul/bah)