Hakim Vonis PT KGP Bayar Rp200 Miliar

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 259

Hakim Vonis PT KGP Bayar Rp200 Miliar
SIDANG PUTUSAN - Massa penggugat berada di halaman Pengadilan Negeri Sanggau dalam sidang putusan, Selasa (16/1). Hakim memutuskan PT KGP membayar ganti rugi kepada 384 petani. (SP/Ratno)

Konflik Perusahaan Sawit dengan 384 Petani


Kuasa Hukum Penggugat, Frans Sisu Wuwur
"Hakim menurut saya sudah luar biasa, karena keputusan hakim melihat kepentingan kedua belah pihak dan kami menilai hakim sudah luar biasa."

SANGGAU, SP - Sidang gugatan 384 petani sawit Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau terhadap perusahaan sawit, PT Kebun Ganda Prima (KGP) memasuki babak akhir. 

Dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Selasa (16/1), majelis hakim yang dipimpin I Ketut Somanasa didampingi dua hakim lainnya masing-masing Albanus Asnanto dan John M Seda Noa Wea menerima sebagaian tuntutan penggugat dan menolak sebagian lainnya.

Dalam putusannya, hakim menuntut pihak tergugat dalam hal ini pihak perusahaan membayar kerugian materil kepada penggugat (petani) sebesar Rp200,40 miliar. Pihak perusahaan juga dituntut mengembalikan lahan dua hektare kepada petani.

Menurut hakim, penggugat telah dapat membuktikan dalil-dalilnya dan sebaliknya tergugat tidak dapat membuktikan dalil-dalil bantahannya, sehingga tuntutan para penggugat dapat dikabulkan sebagian.

Pertama tergugat wajib menyerahkan lahan kapling seluas dua hektare kepada para penggugat nomor satu sampai dengan 384, kecuali penggugat nomor 14, 25, 26, 28, 130, 142, 303 dan 306. 

Kedua, menghukum tergugat akibat hilangnya hasil panen penggugat satu sampai dengan 384 kecuali penggugat nomor 14, 25, 26, 28, 130, 142, 303 dan 306 karena hilangnya hak mereka sehingga tergugat wajib membayar kerugian materil Rp200,40 miliar.

Kuasa Hukum Penggugat, Frans Sisu Wuwur menyambut baik putusan hakim tersebut. Menurutnya, putusan itu sudah berlaku adil terhadap perkara tersebut. Dari proses persidangan tersebut, satu hakim menolak tuntutan penggugat, sementara dua hakim lainnya menerima sebagian dan menolak sebagian sehingga putusan hakim sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Keadilan yang tahun 1997 sempat tenggelam, kini sudah mulai diproses dan menemui titik terang. Itu luar biasa menurut kami dan masyarakat yang selama ini mencari keadilan,” kata Frans.

Namun demikian, Frans menilai, putusan hakim memang tidak bisa memuaskan kedua belah pihak. Karena itu, pihaknya masih menunggu kemungkinan banding yang akan disampaikan pihak tergugat. 

“Hakim menurut saya sudah luar biasa, karena keputusan hakim melihat kepentingan kedua belah pihak dan kami menilai hakim sudah luar biasa,” pungkas Frans.

Sidang putusan tersebut dihadiri sekitar 320 penggugat dan puluhan orang tergugat. Mereka dijaga ketat pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan dan didampingi Kabag Ops Polres Sanggau, Kompol Ricky.

Awasi Putusan Hakim


Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Robby Sugianto mengapresiasi putusan hakim dalam perkara PT KGP dengan ratusan pertani. Namun, masih ada kesempatan bagi tergugat dalam hal ini perusahaan untuk mengajukan banding.

“Saya kira keputusan pengadilan ini sudah cukup baik. Hanya saja kita tunggu apakah pihak tergugat melakukan banding,” kata legislator daerah pemilihan Balai-Tayan Hulu-Parindu ini.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, dari persoalan antara penggugat dan tergugat memang sudah selayaknya dan sepantasnya PT KGP benar-benar serius memperhatikan nasib petani sebagai penggugat. 

“Karena selama ini dari beberapa aduan masyarakat yang saya terima memang cukup memprihatinkan,” ungkap Robby.

Ia juga berharap kepada semua pihak untuk mengawasi proses ini agar ke depan apabila benar pihak tergugat memenuhi tuntutannya, proses di tengah-tengah penggugat ini tidak ada konflik. (jul/bah)