PH Dukung Kapuas Raya

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 301

PH Dukung Kapuas Raya
Ilustrasi. Net

Pemekaran Jadi Isu Seksi di Pilkada


Bupati Sanggau, Paolus Hadi
"Saya sih tidak maulah ngomong ini (pemekaran) sebagai jargon-jargon politik. Tetapi yang benar adalah bagaimana penataan ini harus ikut pusat. Itu saja."

SANGGAU,  SP - Isu pemekaran masih dianggap begitu 'seksi' untuk memikat hati masyarakat. Kencang pada Pilgub 2012 silam, namun nyatanya sampai sekarang tak kunjung terwujud, isu ini kembali mencuat dan menjadi janji politik sejumlah bakal calon peserta Pilgub Kalbar 2018.

Dua bakal calon Gubernur Kalbar yang melontarkan keinginan untuk mewujudkan Kapuas Raya di antaranya Sutarmidji (Walikota Pontianak) dan Milton Crosby (mantan Bupati Sintang). Mereka berdua sama-sama menjanjikan jika terpilih akan mewujudkan provinsi baru di wilayah Timur Kalbar itu.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menilai apapun isu yang dilontarkan bakal calon Gubernur Kalbar merupakan hak mereka, termasuk isu pemekaran. 

“Itu (pemekaran) hak mereka. Dan bicara pemekaran memang sudah ada perencanaannya, termasuklah Kapuas Raya," katanya menjawab Suara Pemred ditemui usai memimpin upacara peringatan HUT ke-61 Provinsi Kalbar, Rabu (17/1).

"Saya sih tidak maulah ngomong ini (pemekaran) sebagai jargon-jargon politik. Tetapi yang benar adalah bagaimana penataan ini harus ikut pusat. Itu saja,” tambahnya.

Sebagai kepala daerah, PH, sapaan akrab Paolus Hadi juga berharap ada pemekaran kedepan di Kalbar. Tentu pemekaran itu sendiri selama ini sudah didengung-dengungkan, ternyata juga keputusannya belum ada, dan seluruh kabupaten (yang masuk dalam pembentukan Kapuas Raya) juga mendukung.

Walalupun, lanjut Bupati, Kabupaten Sanggau berpendapat juga harus dilihat kedepan bagaimana idealnya sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Gubernur Cornelis waktu itu, yakni idealnya Kalbar ini tidak pecah dua. Tetapi tiga bahkan mungkin bisa empat provinsi.

“Nah mengapa kita tidak mulai sekarang merencanakan itu. Selama ini Sanggau sudah membuat pernyataan mendukungkan. Walaupun itu tidak pernah dteruskan lagi kebersamaan memikirkan itu (pemekaran),” pungkas PH.

Kecerdasan Masyarakat Diuji


Sudah lama digulirkan, provinsi baru di wilayah Timur Kalbar tak kunjung terwujud. Kini, di saat proses Pilgub 2018 berlangsung isu pemekaran tersebut kembali muncul dan menjadi isu seksi.

Tokoh Masyarakat Sanggau, Abdul Rahim mengatakan, setiap Pilkada maupun Pileg, pemekaran kerap menjadi isu hangat. “Namun hal ini kalau kita amati semua adalah angan-angan. Perlu diingat pemekaran bukanlah hanya keinginan daerah, tapi merupakan kekuatan politik pusat baik legislatif maupun eksekutif,” katanya baru-baru ini.

Kemudian, lanjut Rahim, pemekaran berarti soal kemampuan keuangan Negara, maka daerah otonomi baru ini harus menjadi keinginan semua pihak, sehingga bisa terwujud dan tidak bisa berdiri sendiri. 

“Kalau selalu dikaitkan dengan politik, artinya menunjukkan isu ini sangat menarik untuk disimak seluruh komponen masyarakat. Tetapi, yang mana serius memperjuangkannya dan harus dilihat dari unsur terbawah sampai ke atas. Di sinilah kecerdasan masyarakat diuji,” tandasnya.

Menurut Rahim, melihat luas wilayah Kalbar, memang sudah seharusnya dimekarkan untuk mempercepat pembangunan melalui peningkatan kualitas dan kemudahan memperoleh pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, sambung dia, juga untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memperpendek rentang kendali pemeirntah sehingga meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintah dan pengelolaan pembangunan.

“Sebetulnya pemekaran ini sangat diharapkan untuk mewujudkan itu semua. Sehingga membawa dampak ekonomi, sosial politik, kemandirian daerah, jangkauan pelayanan serta aspirasi masyarakat lebih mudah diwujudkan dan merata,” pungkas Rahim. (jul/bob)