Ontot: Perbedaan Jadi Kekuatan Majukan Daerah

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 102

Ontot: Perbedaan Jadi Kekuatan Majukan Daerah
HARI ULANG TAHUN - Wabup Sanggau, Yohanes Ontot saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Muhammadiyah ke 108 di Hotel Meldy, Sanggau, Minggu (11/2) malam. (Ist)
SANGGAU, SP - Kemajuan suatu bangsa bukan hanya maju satu suku, agama dan budaya, tetapi maju bersama. Demikian dikatakan Wakil Bupati (wabup) Sanggau, Yohanes Ontot saat menghadiri Peringatan HUT Muhammadiyah ke 108 di Hotel Meldy, Sanggau, Minggu (11/2) malam.

Menurut Ontot, lebih menjadi orang Dayak merupakan given, pemberian dari Yang Maha Kuasa. Ia juga mengaku awalnya sempat ragu untuk maju mengingat latar belakang budaya dan agama yang dimilikinya.

“Awalnya ragu, tapi saya bilang bisa. Yang penting kita ini bukan memilih pemimpin umat. Kita pemimpin daerah. Pemimpin daerah ini tidak hanya melihat satu warna, tapi warna-warna yang ada ini kita jadikan satu kekuatan yang harus kita kembangkan untuk Sanggau,” tegasnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Sanggau ini mengaku sangat mengapreseasi kegiatan tersebut. Baginya, acara tersebut sebagai media silaturahmi, tak hanya saling mengenal, tapi juga saling memahami satu dengan lainnya.

Terlebih ketika mengetahui tema yang diangkat adalah Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman. 

Sementara Ketua Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ade Juandi, menegaskan, dalam memilih pemimpin, pihaknya mengikuti pendapat Syekh Yusuf al-Qardhawi, ahli fikih (hukum Islam) asal  Mesir. 

“Kalau ada yang terbaik, pilihlah yang terbaik,” katanya.

Namun pada kesempatan itu ia menegaskan, dalam hal Pilkada, Muhammadiyah sebagai organisasi tetap netral. Namun secara personal, menurutnya sah-sah saja. Tetapi Muhammadiyah tetap konsisten mengusung ‘spirit jihad’ yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut menjaga perdamaian dunia. (jul/bah)