PH Sebut Nomor 2 Simbol Dua Kali, Yansen Bilang Nomor 1 Bukti Tuhan Merestui Kita

Sanggau

Editor Andrie P Putra Dibaca : 274

PH Sebut Nomor 2 Simbol Dua Kali, Yansen Bilang Nomor 1 Bukti Tuhan Merestui Kita
Cabut undi nomor urut Paslon Pilkada Sanggau. (SP/Julianus)
SANGGAU, SP - Pleno terbuka penetapan dan pengumuman nomor urut peserta Pilkada Sanggau 2018 yang digelar KPU Sanggau di GPU Sanggau, Selasa (13/2/) berjalan lancar dan sukses. 

Hasilnya, pasangan petahana, Paolus Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO) mendapat nomor urut 2 dan pasangan mantap, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS) mendapat nomor urut 1.

Pleno terbuka itu dipimpin Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih didampingi para komisioner KPU dan disaksikan Ketua Panwaslu Sanggau Inosensius, Forkompimda, pimpinan dan perwakilan partai pengusuang kedua pasangan calon dan para jurnalis yang bertugas meliput jalannya rapat pleno terbuka.
Dalam mekanisme pengundian nomor urut itu, tahapan pertama pasangan calon (paslon) mengambil kertas nomor undian dalam amplop besar berwarna cokelat untuk menentukan siapa yang akan menjadi paslon pertama yang terlebih dahulu mengambil nomor urut, setelah lebih dulu amplop tersebut diacak di hadapan kedua paslon oleh Ketua KPU Sanggau.

Ketika Sekundus Ritih berhenti mengacak kedua amplop menggunakan tangannya di atas meja, Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy bergegas memilih amplop yang berada di bawah tangan kanan Ketua KPU. Begitu juga Calon Bupati Petahana, Paolus Hadi yang mengambil amplop di bawah tangan kiri Ketua KPU.

Hasilnya, mantan Bupati Sanggau, Yansen mendapat nomor 1, itu artinya calon ini yang berhak memilih nomor urut pertama, setelah itu baru disusul calon petahana. Uniknya nomor urut yang dipilih calon itu berada di payung yang sudah disiapkan KPU.

Secara bersamaan, kedua calon membuka perlahan payung tersebut. Saat nomor urut kedua paslon kelihatan, suasana di dalam gedung GPU bergemuruh oleh sorak-sorai masing-masing pendukung yang hadir. Pasangan YAS mendapat nomor 1 dan pasangan PH-YO mendapat nomor 2. 

"Kita ingin menyampaikan pesan lelaui payung itu, maknanya kita berharap siapapun calon yang terpilih bisa mengayomi kita, melindungi kita, masyarakat Kabupaten Sanggau," kata Ketua KPU Kabupaten Sanggau, Sekundus Ritih ditemui usai acara.

Menurut dia, setelah ini akan melakukan pertemuan dengan LO masing-masing tim paslon untuk menyiapkan soal kampanye, teknis kampanye. Kemudian persiapan deklarasi kampanye damai dan doa bersama dengan paslon dan tim. 
Jadi usai penetapan dan pengumuman nomor urut, kita langsung menggelar pertemuan denga LO masing-masing tim paslon.

Kampanye damai dilaksanakan pada tanggal 18 Februari, setelah itu kita pawai bersama untuk menyampaikan pesan bahwa Sanggau siap (melaksanakan Pilkada damai), Sanggau aman, Sanggau akan memilih Bupati dan Wakil Bupati. Dan pawai juga dibatasi, masing-masing paslon hanya boleh membawa massa 200 orang, terang Sekundus.

Lebih lanjut ia mengatakan, lokasi kampanye sedang dikoordinasikan dengan tim. 

"Kita sudah dapat dari pemerintah daerah, itu yang akan kita sampaikan ke mereka. Setelah itu mereka perlu menyiapkan bahan-bahan untuk kita fasilitasi pembuatannya, untuk APK dan bahan kampanye," jelas Sekundus.

Ia menambahkan untuk dana kampanye belum ada keputusan, tergantung dari masing-masing tim. 

“Paling lambat besok (hari ini, red), yaitu laporan awal dana kampanye. Jadi mudah-mudahan sore hari ini (kemarin, red) ini sudah ada kesepakatan, ujar Sekundus.

Lalu apa tanggapan kedua paslon terhadap nomor urut yang saat ini sudah didapat? 

Ditemui usai pleno terbuka, Calon Bupati Nomor Urut 1, Yansen Akun Effendy terlebih dahulu menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan dan pengumuman nomor urut yang berjalan aman dan lancar. 

"Pada tahapan pertama, kita mendapat nomor urut 1, yang kedua pun kita dapat nomor urut 1. Itu artinya kalau Yansen itu pernah menjadi Bupati Sanggau periode 2003 - 2008 dan Tuhan akan merestui menjadi Bupati Sanggau periode 2018 – 2023," ucap Yansen.

Makna nomor urut 1, menurut Yansen adalah simbol yang paling luar biasa, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, yang terdapat dalam sila pertama Pancasila. Artinya, nomor 1 itu bukti Tuhan merestui pasangan YAS. 

Bupati Sanggau periode 2003 - 2008 pun optimis bisa memenangkan Pilkada yang dihelat pada 27 Juni mendatang. Namun kembali ia mengingatkan netralitas TNI/Polri, KPU, Panwaslu dan ASN. Berikan kesempatan seluas - luasnya kepada masyarakat untuk memilih sesuai pilihannya dan jangan ada intervensi, tegas Yansen.

Yansen menargetkan mampu meraih suara minimal 52 persen. 

“Diharapkan dengan kemenangan tersebut tidak lagi digugat ke MK. Karena berdasarkan aturan lebih dari 2 persen tidak bisa digugat. Untuk itu, dia berharap tidak ada masyarakat yang golput," ucapnya.

Begitu juga dengan calon petahana nomor urut 2, Paolus Hadi. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya bisa mendapatkan nomor urut 2. 

"Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kemarin waktu saudara-saudara tanya saya, untuk saya semua nomor berkah. Dan hari ini saya dan pak Yohanes Ontot mendapat berkah, nomor 2," katanya.

PH, sapaan akrab Paolus Hadi yakin nomor 2 sebagai simbol kemenangannya di Pilkada Sanggau 2018. 

"Makanya, orang dulu bilang Bupati Sanggau tidak bisa dua kali, tetapi kami memaknainya dua kali dan ini kita lanjutkan. Dengan angka dua ini kami semakin mudah mengatakan kepada rakyat Sanggau, memang angka 2 untuk kedua kalinya jadi bupati dan wakil bupati," ucap Paolus Hadi.

Apalagi, lanjut PH, sebelum pencabutan nomor urut dilaksanakan banyak yang mendoakan ia bersama calon wakilnya mendapat nomor 2. 

"Ternyata hari ini, kawan-kawan kumpul mereka banyak mendoakan supaya saya dengan pakWakil ini nomor 2. Ternyata doa mereka dikabulkan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, PH kembali menegaskan komitmennya mewujudkan Pilkada damai. "Kita konsisten Pilkada damai, eforia Pilkada biasa, semangat mendukung calon juga biasa, tetapi tetap satu, kita ingin Sanggau damai," pungkasnya. 

Untuk diketahui, pasangan PH-YO diusung 9 partai politik yakni PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Nasdem, PAN, PKPI dan PPP dengan jumlah kursi 32. Sementara pasangan YAS diusung dua partai politik yakni Partai Golkar dan PKB. (jul)