Penanggulangan Kesehatan Masyarakat Disusun, Sanggau Berisiko Tertular Penyakit dari Negara Luar

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 131

Penanggulangan Kesehatan Masyarakat Disusun, Sanggau Berisiko Tertular Penyakit dari Negara Luar
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi dan workshop Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Kabupaten Sanggau yang digelar di Aula Grand Narita Hotel, Selasa (27/2). (SP/Ratno)
Sekda Kabupaten Sanggau, AL Leysandri 
"Agar penyelenggaraan penanggulangan KKM di suatu wilayah dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan, maka disusunlah rencana kontijensi yang mengatur penyelenggaraan kegiatan dimaksud yang meliputi perencanaan, persiapan dan ketentuan pelaksanaan serta evaluasi."

SANGGAU, SP - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Sanggau menggelar sosialisasi dan workshop Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Kabupaten Sanggau. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Grand Narita Hotel pada Selasa (27/2) itu diikuti 50 orang peserta yang melibatkan unsur dinas kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit, kemudian unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat perbatasan, unit kerja lembaga vertikal yang memiliki keterkaitan dengan penyusunan kegiatan tersebut.

Sekda Kabupaten Sanggau, AL Leysandri mengatakan, pesatnya mobilitas manusia antar negara serta globalisasi perdagangan barang dan hewan saat ini akan berimplikasi dengan meningkatnya secara drastis jalur perdagangan barang dan hewan. Kondisi ini akan meningkatkan faktor patogen dan faktor penyakit di seluruh dunia. 

Mengingat besarnya risiko itu, diperlukan kesiapsiagaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

“Ada sembilan program prioritas Presiden RI, Joko Widodo. Salah satunya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Sekda, KKM memerlukan upaya khusus untuk penanggulangannya. Salah satu kendala yang sering dijumpai adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia dan komitmen kerja sama lintas program dan sektor terkait. 

“Agar penyelenggaraan penanggulangan KKM di suatu wilayah dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan, maka disusunlah rencana kontijensi yang mengatur penyelenggaraan kegiatan dimaksud yang meliputi perencanaan, persiapan dan ketentuan pelaksanaan serta evaluasi,” katanya.

Kabupaten Sanggau, dibeberkan Sekda, merupakan salah satu dari 21 kabupaten di Indonesia yang memiliki pintu masuk internasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Selain itu Kabupaten Sanggau sangat strategis, merupakan jalur sutra yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten.

Artinya, lanjut Leysandri, mobilisasi penduduk menjadi sangat cepat dan mudah sehingga mempermudah munculnya penularan penyakit. 

“Untuk itu, kita tentunya juga dihadapkan kepada ancaman darurat kesehatan masyarakat akibat penularan penyakit menular lintas daerah, negara bahkan lintas benua,” tandasnya.

Hadir Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pontianak, Sumarsinah, Kadis Kominfo Kabupaten Sanggau, Yulia Theresia, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Vicky, Kepala Kesbangpolinmas Sanggau, Anton, Camat Entikong, PKK kabupaten serta perwakilan beberapa OPD, unsur vertikal terkait dan undangan lainnya.

Antisipasi Secara Cepat


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Jones Siagian mengatakan, Sanggau adalah salah satu daerah strategis antar negara, dengan prasarana yang semakin baik. Untuk itu dikhawatirkan ada penyakit yang mengikutinya. 

“Kita yang berada di kabupaten perbatasan harus mengantisipasinya. Ketika ada penyakit yang harus kita tindak secara cepat, maka kita harus lakukan itu. Kita harus melakukan penanggulangan secara cepat. Itulah tujuan kegiatan ini,” katanya.

Seperti menangani kasus luar biasa yakni difteri yang dialami di beberapa kabupaten, kota dan provinsi, Dinkes Sanggau melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, menyiapkan semua perangkat memalui petugas-petugas di Puskesmas.

“Dari 19 puskesmas yang ada di Sanggau, kita sudah mempunyai petugas survei yang dapat diakses online dan offline, sehingga dapat diinformasikan langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau,” tutup Jones. (jul/bah)