Pangdam Ajak Petani Genjot Produktivitas

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 143

Pangdam Ajak Petani Genjot Produktivitas
PANEN PADI - Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supryadi bersama Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Sanggau, Ignatius Irianto saat melakukan panen raya padi di Dusun Tapang Sebuluh, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, baru-baru ini. (Ist)

Panen Padi di Desa Malenggang Sanggau

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi 

"Saya berharap kerja sama petani dengan TNI ditindaklanjuti dan ditingkatkan, sehingga semua hasil dapat maksimal. Petani jangan khawatir atau bingung mau dikemanakan hasil pertanian tersebut. Semua akan dibeli oleh TNI melalui kerja sama dengan BRI."

SANGGAU, SP - Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi mengajak petani di Kabupaten Sanggau meningkatkan produktivitas padi. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani, kabupaten perbatasan di Kalbar itu juga diharapkan bisa swasembada pangan dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

“Saya berharap kerja sama petani dengan TNI ditindaklanjuti dan ditingkatkan, sehingga semua hasil dapat maksimal. Petani jangan khawatir atau bingung mau dikemanakan hasil pertanian tersebut. Semua akan dibeli oleh TNI melalui kerja sama dengan BRI (Bank Rakyat Indonesia),” kata Pangdam saat panen raya padi di Dusun Tapang Sebuluh, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, baru-baru ini. 

Supriyadi mengatakan, sudah ada MoU tentang jual beli beras petani antara TNI, BRI dan Bulog sebagai upaya menyukseskan program nasional dan menyejahterakan petani. 

“Sudah ada MoU-nya. Jadi jangan ragu menanam padi, kami siapkan lahan yang kosong. Semoga ke depan panen kita semakin baik,” ujar jenderal bintang dua ini.

TNI bukan hanya sebagai benteng pertahanan nasional, tetapi juga sebagai penggerak penguatan pangan. Ketika pangan kuat, secara otomatis pertahanan negara juga kuat. 

“Pangan merupakan senjata utama di samping senjata lainya. Sebab tanpa pangan kita tidak akan memenangkan perang. Kita tidak perlu impor dari Malaysia karena beras kita sudah cukup,” kata Supriyadi.

Sementara Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Sanggau, Ignatius Irianto mengatakan, pembangunan bidang pertanian tanaman pangan berperan penting untuk mewujudkan stabilitas nasional, sehingga harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Pemerintah selalu berupaya secara maksimal untuk menjamin hasil pertanian, khususnya tanaman padi. Sebab, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki, sehingga kebutuhan pangan mutlak harus dipenuhi.

Ignatius berharap, Kabupaten Sanggau bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional untuk mendukung program pemerintah, seperti ekspor beras ke luar negari. Apalagi Kabupaten Sanggau berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Bertani jangan hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.dan diharapkan juga kepada para Babinsa agar terus berkoordinasi dengan petani, apalagi kerjasama Petani dengan TNI sudah berjalan dari tahun 2015 dan selalu mengalami peningkatan setiap tahun,” tutupnya.

Selain Pandam XII/Tpr dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Sanggau, hadir dalam Panen Raya Padi itu, Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan, Staf Ahli Bidter Pangdam XII/Tpr, Kolonel Inf  E.Tirak, Kazidam XII/Tpr, Kol Czi Sukamdi, perwakilan  Kementan RI, Siti Nurjanah, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri, Danramil Sekayam, Mayor Inf Arman serta Kepala Desa Malenggang, Jhohan.

Petani Alami Sejumlah Kendala


Saat panen raya padi, Kelompok Tani (poktan) di Dusun Tapang Sebuluh, Desa Malenggang menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi. Kendala-kendala itu diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah.

Kendala itu seperti irigasi yang kurang memadai, akses jalan usaha dari desa ke lokasi pertanian belum laik, pupuk belum memadai, insektisida belum sesuai target, tidak ada mesin perontok padi.

Selain itu, poktan juga berharap adanya penambahan cetak sawah baru dan perlu adanya bimbingan dari PPL dan pendamping kepada para petani. Selama ini belum pernah PPL terjun langsung ke tempat mereka.

Menanggapi itu, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri mengatakan, pihaknya punya sistem berkelanjutan dan pemerintah sudah memberikan dua kali bantuan, selanjutnya swadaya dari petani itu sendiri.

“Lahan sawah jangan disalahfungsikan. Dan cikal bakal irigasi sudah ada, akses jalan usaha tani juga sudah dipersiapkan, namun untuk pembangunan yang permanen butuh waktu perencanaan,” katanya.

Terkait pupuk, Jhon mengklaim, pupuk saprodi untuk dua tahun sudah diberikan, selanjutnya para petani harus usaha sendiri atau swadaya. 

“Khusus pupuk subsidi sudah ada, tinggal koordinasi. Dan harus diketahui PPL dan kepala desa. Pada intinya bantuan dari pemerintah sudah tidak ada lagi, murni swadaya sendiri,” pungkasnya. (jul/bah)