Proyek Embung Sudah Keropos, Ironisnya Belum Serah Terima ke Pemda

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 156

Proyek Embung Sudah Keropos, Ironisnya Belum Serah Terima ke Pemda
RUSAK - Kondisi terbaru kerusakan proyek Embung Pancur Aji Setapang yang terletak di objek wisata Pancur Aji, Kabupaten Sanggau. Padahal, proyek itu belum diserahterimakan kepada Pemkab Sanggau. (SP/Ratno)
Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau, Lukas Subardi
"Proyek ini statusnya belum diserahkan kepada pemerintah daerah. Saya hanya mengharapkan proyek ini diserahkan ke pemerintah daerah setelah kondisinya sempurna."

SANGGAU, SP - Proyek Embung Pancur Aji Setapang, Kabupaten Sanggau diduga bermasalah dalam pengerjaannya. Pasalnya, proyek yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp17 miliar dan baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017 itu sudah mengalami kerusakan.

Kerusakan beberapa titik dalam proyek yang berlokasi di jantung ibu kota, tepatnya di objek wisata Pancur Aji, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas itu, sangat disayangkan Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Lukas Subardi.

Ia pun mendesak pihak kontraktor segera melakukan perbaikan titik yang rusak sebelum diserahterimakan ke pemerintah daerah. 

“Proyek ini statusnya belum diserahkan kepada pemerintah daerah. Saya hanya mengharapkan proyek ini diserahkan ke pemerintah daerah setelah kondisinya sempurna,” tegas Lukas, Minggu (11/3).

Pemerintah daerah, sama sekali tidak memiliki dana untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. 

“Inikan masih tanggungjawabnya kontraktor, bukan pemerintah daerah karena ini proyek yang menggunakan dana APBN,” ujar Lukas.

Pembangunan embung tersebut, lanjut dia, sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk memperkuat tekanan air di Kota Sanggau dan mempertahankan persediaan air buat kota Sanggau, terlebih pada musim kemarau. 

“Proyek inikan untuk Pemkab Sanggau, yang nantinya akan dikelola PDAM. Nah, belum diserahterimakan sudah banyak yang rusak,” ucap Lukas.

Ia menambahkan, PDAM Sanggau secara bertahap melakukan penambahan jumlah pelanggan. Dengan dibangunnya embung tersebut, akan sangat memungkinkan bagi pihaknya menambah pelanggan baru lebih banyak.

“Kalau pipa induk yang sekarang diameternya 10 ingin digandeng dengan satu pipa lagi yang lebih besar (12 inci), tekanan air di kota akan makin stabil dan distribusi akan merata sehingga penambahan pelanggan lebih banyak sangat dimungkinkan. Syaratnya embung harus kuat tidak keropos,” pungkasnya. 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah Sumber Daya Air Wilayah Kalimantan belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan embung tersebut.

Ancam Lapor KPK


Wakil Ketua LSM Citra Hanura Sanggau, Abdul Rahim mengaku prihatin atas kerusakan embung yang sangat dibutuhkan masyarakat Sanggau itu. Bahkan, ia mengancam akan membawa persoalan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak ada niat baik kontraktor untuk melakukan perbaikan.

“Kalau melihat kondisi proyeknya, dugaan saya pasti ada kerugian negara yang ditimbulkan. Untuk itu, kami akan melakukan kajian mendalam terkait proyek tersebut, mulai dari perencanaan, pekerjaan hingga finishing sebelum seraht erima pekerjaan ke Pemkab Sanggau,” tegasnya.

Menurut Rahim, biasanya masa perawatan sudah diatur dalam kontrak dan sebelum pencairan setiap kontraktor melampirkan jaminan perawatan. 

“Ini (kerusakan) merupakan tanggung jawab pihak kontraktor dan PPK selaku penanggung jawab kegiatan,” katanya.

Rahim juga mengingatkan, jika kerusakan tersebut dibiarkan tanpa segera dilakukan perbaikan, kerusakan akan bertambah makin parah. (jul/bah)