KPU Janji Kawal Pemilih Potensial, Berjumlah 30.626 Orang

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 165

KPU Janji Kawal Pemilih Potensial, Berjumlah 30.626 Orang
SERAHKAN FORMAT - KPU Kabupaten Sanggau saat menyerahkan format AC KWK pemilih potensial non KTP elektronik ke Dukcapil Sanggau, kemarin. Jumlah pemilih potensial di Sanggau 30.626 orang. (SP/Ratno)
Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih 
"Kami kawal (pemilih potensial) sampai selesai. Dan hari ini (kemarin, red) kami menyerahkan data tersebut kepada Dukcapil Sanggau untuk diverifikasi. Nanti Dukcapil yang akan mencari pada data base mereka, dicocokkan nama, NIK dan KK."

SANGGAU, SP - Melihat data Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Kalbar dan Pilbup Sanggau 2018 yang telah ditetapkan KPU Kabupaten Sanggau, Jumat (16/3/ lalu, jumlah pemilih potensial non KTP Elektronik cukup besar yakni tercatat 30.626 orang. KPU pun memastikan akan mengawal pemilih potensial tersebut agar menghasilkan data yang akurat.

“Kami kawal (pemilih potensial) sampai selesai. Dan hari ini (kemarin, red) kami menyerahkan data tersebut kepada Dukcapil Sanggau untuk diverifikasi. Nanti Dukcapil yang akan mencari pada data base mereka, dicocokkan nama, NIK dan KK,” kata Ketua KPU Kabupaten Sanggau, Sekundus Ritih ditemui di kantornya, Selasa (20/3).

Jika pada batas waktu yang telah ditentukan yaitu sampai 7 April 2018 data tersebut tidak ada, maka namanya akan dicoret dari DPS. 

“Data yang kita coret itu nanti kita kirim ke KPU RI. Selanjutnya KPU RI yang akan koordinasi dengan Dirjen Arminduk di Kemendagri untuk mencari pada data base nasional, mungkin yang bersangkutan masuk data anomali atau data yang sudah rekam tapi belum sampai di sini,” jelas Sekundus.

Namun, jika nama yang bersangkutan ada di kabupaten lain dan mungkin terdaftar ganda, lanjut dia, maka dari daftar pemilih Sanggau akan dicoret. 

“Tapi kalau di tempat lainpun juga tidak ada maka dari Dirjen Arminduk akan dikembalikan ke Sanggau lagi, dari Sanggau nanti minta surat keterangan sementara namanya, bahwa yang bersangkutan memang benar penduduk Sanggau, tapi belum ada dalam data base, baik di Sanggau maupun di Jakarta. Itu untuk menjamin hak pilihnya,” ujar Sekundus.

Ia menambahkan, ada beberapa warga yang masuk daftar pemilih namun ketika dilakukan coklit, yang bersangkutan tidak bisa menunjukan KTP elektroniknya. Data itu gabungan antara yang belum punya sama sekali dengan yang sudah didata tapi tidak ketemu, termasuk yang berusia 17 tahun pada saat pencoblosan. 

Kepada masyarakat, KPU mengimbau untuk pro aktif mengecek datanya apakah sudah masuk ataukah belum di kantor kelurahan/desa setempat. 

“Data DPS diumumkan mulai 24 Maret - 2 April 2018, masyarakat dipersilakan mengecek namanya. Nanti dari 3 - 7 April itu masa perbaikan DPS. Nah, kalau sampai 7 April tidak ada tanggapan dari masyarakat, berarti kami anggap valid data itu,” pungkas Sekundus.

Segera Keluarkan Suket


Ketua Panwaslu Kabupaten Sanggau, Inosensius menegaskan, pihaknya siap mengawal daftar pemilih potensial. Untuk itu, koordinasi dengan KPU dan Dinas Dukcapil akan terus dilakukan untuk mengetahui sejauhmana proses pengawalan yang dilakukan. 

Ino, sapaan akrab Inosensius menyarankan kepada Dukcapil agar segera mengeluarkan surat keterangan (Suket) kepada pemilih potensial yang belum memiliki KTP elektronik.  

“Kami selalu mengupdate perkembangan terbaru. Saya kemaren sudah ke Dukcapil untuk koordinasi, kami ingin memastikan kesiapan semuanya karena pada setiap rapat-rapat mereka selalu siap. Nah, kita mau lihat sejauhmana kesiapannya,” tegasnya.

Ino berharap, proses verifikasi data pemilih potensial yang dilakukan saat ini berjalan lancar, tidak menemukan kendala berarti. 

“Harapan kita semua tentunya proses semuanya (verifikasi) ini bisa berjalan lancar,” tutupnya. (jul/bah)