Karolin Berbagi Pengetahuan Soal Cegah Risiko Kematian Saat Melahirkan

Sanggau

Editor K Balasa Dibaca : 177

Karolin Berbagi Pengetahuan Soal Cegah Risiko Kematian Saat Melahirkan
Karolin Margret Natasa. (ist)
SANGGAU, SP - Tingginya risiko kematian ibu dan anak saat persalinan, menuntut peran berbagai pihak untuk lebih giat memberikan pemahaman kepada para ibu.

Sebagaimana dilakukan calon gubernur (cagub) Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa. Di sela kegiatan kampanye dialogis di Kabupaten Sanggau, ia menyampaikan pentingnya melakukan proses persalinan dengan aman.

"Sampai saat ini, khususnya untuk daerah pedalaman dan terpencil, masih banyak masyarakat yang melakukan proses persalinan dengan dukun beranak. Hal ini tentu menyebabkan risiko yang tinggi untuk kematian ibu dan bayi," ujarnya di hadapan warga Kecamatan Kembayan, Rabu (21/3).

Ia mengatakan, persalinan yang aman minimal dilakukan oleh bidan.

Ia mengungkapkan, angka kematian ibu dan bayi di Kalbar masih sangat tinggi. Berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia, posisi Kalbar berada pada 31 per seribu kelahiran hidup. Sedangkan lima tahun sebelumnya, itu sekitar 40-an per seribu kelahiran hidup.

"Angka ini masih sangat tinggi. Untuk itu, ini tentu menjadi PR besar bagi pemerintah Kalbar ke depan, untuk bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi," tuturnya.

Menurut dia, banyak hal yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kalbar. Selain masih banyak masyarakat yang menggunakan tenaga dukun untuk melahirkan, kondisi infrastruktur, kondisi geografis yang jauh dan minimnya fasilitas kesehatan juga menjadi penyebab hal itu.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kemitraan dukun beranak dan bidan, sehingga bagi dukun beranak yang akan menangani kelahiran, harus didampingi oleh bidan.

"Ke depan, jika masyarakat Kalbar mempercayakan kami untuk memimpin Kalbar, hal ini akan menjadi salah satu program prioritas kami, di mana kita akan memaksimalkan layanan kesehatan yang ada untuk mencegah semakin tingginya angka kematian ibu dan bayi tersebut," kata dia.

Mantan anggota Komisi IX DPR RI bergelar dokter itu menambahkan, persoalan kesehatan serta minimnya sarana penunjang kesehatan di wilayah pedesaan sudah menjadi sorotan serius bagi dirinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, serta berbagai program kesehatan telah dicanangkannya untuk masyarakat Kalbar.

"Ya, tidak hanya permasalah kesehatan, namun masalah pendidikan serta infrastruktur juga harus menjadi perhatian serius yang harus segera dituntaskan saat ini," pungkasnya. (umr)