Wacana Pemekaran Sanggau Kembali Tercetus, Setiman: Kalau Dibina Bupati, Pasti Maju

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 281

Wacana Pemekaran Sanggau Kembali Tercetus, Setiman: Kalau Dibina Bupati, Pasti Maju
UPACARA – Penjabat Bupati Sanggau Moses Tabah bersama sejumlah tokoh masyarakat melakukan pemotongan kue dalam rangka hari jadi Kota Sanggau k -402 di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Selasa (3/4). (SP/Ratno)
Mantan Bupati Sanggau, H Setiman
“Jangan takut dimekarkan, biar kecil dan mungil tetapi kalau kuat dan mantap dibina oleh bupati, pasti maju,”

SANGGAU, SP – Tepat di hari Selasa (3/4), Kota Sanggau merayakan hari jadi ke 402 tahun. Salah satu kota tertua di Kalbar ini diharapkan mampu menjadi daerah maju dengan melakukan pemerataan pembangunan bermodalkan seluruh kelebihan sumber daya yang ada.

Mantan Bupati Sanggau, H Setiman menilai, untuk mewujudkan itu penting kiranya meneruskan wacana pemekaran Kabupaten Sanggau, yakni Kabupaten Perbatasan Sekayam dan Kabupaten Tayan. Selain itu pemerintah daerah mendorong pemekaran Provinsi Kapuas Raya.

Setiman minta pemerintah tidak takut melakukan pemekaran. “Jangan takut dimekarkan, biar kecil dan mungil tetapi kalau kuat dan mantap dibina oleh bupati, pasti maju,” kata Setiman.

Selain itu, dia mengungkap potensi Sanggau yang sangat besar, seperti misalnya pertambangan bauksit yang hampir separuhnya berada di Sanggau. Sementara Tayan sebagai kawasan industri, sudah punya industri alumina. 

“Saya harapkan ke depan ada industri hilir kelapa sawit, industri hilir karet dan industri pendukung,” katanya ditemui di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Selasa (3/4).

Menurut Setiman, sawit dari Sintang, Putussibau, Melawi, Sekadau, Sanggau sendiri bahkan Ngabang, semua mengalirnya ke Tayan. “Berarti kalau kita bangun industri hilir kelapa sawit di Tayan, sangat tepat. biaya transportasinya murah,” ujarnya.

Kemudian soal karet, Setiman menilai, Sanggau punya potensi karet yang sangat besar. Terkait industri pendukung, dia menilai perlu segera dibangun, sehingga ke depan jangan lagi mengimpor pisau dodos dan cangkul dari Kuching. 

“Ke depan harus dibangun industri hilir dan saya sudah ngomong ke Bupati (yang sedang cuti), atau siapapun yang terpilih nanti, kita mengharapkan industri hilir ini dibangun,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sanggau memperingati hari jadi Kota Sanggau dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati, Selasa (3/4). Penjabat Bupati Sanggau, Moses Tabah langsung bertindak sebagai inspektur upacara.

Apel besar tersebut dihadiri seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN), Foruk Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta perwakilan multietnis berbusana adat daerah. 

Dalam sambutannya, Moses Tabah berharap, di usia yang cukup tua ini, lebih tua dari usia Kemerdekaan RI, Kota Sanggau khususnya Kabupaten Sanggau secara keseluruhan semakin rukun, damai dan sejahtera masyarakatnya.

“Semoga peringati Hari Jadi Kota Sanggau ini bisa menjadi momentum yang efektif bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, menggelorakan semangat gotong royong dalam membangun Sanggau yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.

Peringatan Hari Jadi ke-402 Kota Sanggau yang jatuh pada tanggal 3 April 2018, mengusung tema ‘Sanggau Bangga Mengukir Sejarah, Kerja Bersama Membangun Sanggau dari Hati dengan Cinta’.

Menurut Moses, tema ini menggandung makna pelaksanaan Hari Jadi Kota Sanggau merupakan sejarah yang telah diukir Pemkab Sanggau, sehingga hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana upaya membangun Sanggau menjadi daerah yang maju dan terdepan.

“Untuk melaksanakan pembangunan itu, perlu ada rasa tanggung jawab yang bersumber dari segenap hati seluruh lapisan masyarakat dan didukung satu rasa cinta. Sanggau adalah milik kita semua,” ujar Moses.

Bangun Semangat Kemandirian


Penjabat Bupati Sanggau, Moses Tabah mengatakan, sejarah berdirinya Kota Sanggau tidak terlepas dari perjalanan panjang Kerajaan Sanggau dan kisah Dara Nante dan Babay Cinga yang merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan-kerajaan lain di Kalbar.

Moses mengingatkan, optimisme dalam membangun Kabupaten Sanggau dan semangat kemandirian juga perlu ditumbuhkan, untuk mendorong pembangunan Sanggau yang maju dan terdepan. Modal utama yang harus dimiliki adalah kabupaten yang mantap dalam membangun, terintegrasi dengan dinamika internal yang semakin menyatukan masyarakat.

“Dan apabila terjadi priksi sosial, maka penyelesaiannya dapat menempuh jalan damai. Jangan mengembangkan benih-benih konflik yang tak bermanfaat bagi masa depan Kabupaten Sanggau,” tegasnya. 

Dia menambahkan, suksesnya Kota Sanggau dalam menata dan membangun merupakan buah kerja keras yang cerdas dan terarah dari seluruh pihak yang mempunyai komitmen dalam membangun Kota Sanggau ini. 

“Karena membangun bukan semudah membalikkan telapak tangan. Sekali lagi masa depan Kota Sanggau ada ditangan kita semua,” katanya.

Apel tersebut diakhiri dengan penampilan seni dan budaya dari sanggar multi etnis yang ada di Kabupaten Sanggau, penampilan drumband dari Praja IPDN Kampus Kalbar dan dilanjutkan makan berami di kawasan wisata Kampung Sentana Sanggau. (jul/ang)