Usut Dugaan Pencurian Sawit, Warga Seruduk Mapolres Minta Kembalikan Truk Barang Bukti

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 151

Usut Dugaan Pencurian Sawit, Warga Seruduk Mapolres Minta Kembalikan Truk Barang Bukti
MAKAN – Warga dari dua desa tengah menyantap makan siang di Mapolres Sanggau, Kamis (5/4). Kedatangan mereka mendesak kepolian mengembalikan truk pengangkut sawit yang ditahan. (SP/Ratno)
Warga dua desa, masing-masing Desa Kedakas, Kecamatan Tayan Hulu dan warga Desa Tanap, Kecamatan Kembayan sekitar pukul 10.00 WIB mendatangi Mapolres Sanggau, Kamis (05/04). Kedatangan mereka menggunakan mobil truk KB 9404 DA dengan pengawalan anggota Polsek Tayan Hulu. 

SP - Setibanya di Mapolres, warga yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu diterima langsung Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Aminuddin dan Kasat Intelkam Iptu Suprapto.

Usai pertemuan, Temenggung Adat Desa Kedakas, Selianus Sumardi mendesak pihak Kepolisian melepaskan kendaraan pengangkut sawit yang ditahan pihak Kepolisian Polres Sanggau. 

“Kami sangat menghormati proses hukum yang berlaku. Karena itu kami datang ke Polres bermaksud meminta pihak kepolisian berkenan melepas kendaraan yang ditahan,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Aminuddin menjelaskan, kasus tersebut bermula dari penangkapan yang dilakukan anggota Brimob terhadap satu unit dump truk yang diduga melakukan pencurian tandan buah segar (TBS) milik KUD. 

“Ini baru diduga ya, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kejadiannya sekitar seminggu yang lalu lah,” kata Kasat. 

Demi kepentingan pemeriksaan, dump truk terpaksa diamankan di Mapolres. “Hari ini (kemarin, red) kedatangan warga meminta agar dump truk yang kami tahan dilepas, saya sudah hubungi pak Kapolres dan beliau mengizinkan dan meminta saya yang menandatangani berita acaranya,” kata Kasat. 

Menurut Aminuddin, alasan warga meminta supaya dump truk itu dilepaskan mengingat kendaraan tersebut masih kredit dan berhubungan dengan kepentingan masyarakat lain. 

“Dump truk ini masih kredit, kalau ditahan kasihan juga nanti si pemilik ini tidak bisa melanjutkan pembayaran kredit, lagi pula truk ini dipakai untuk mengangkut TBS sebagian warga,” terangnya.

Meskipun diizinkan pinjam pakai, proses hukum terhadap dugaan pencurian TBS tetap berlanjut. “Pemeriksaan tetap kita lakukan, harusnya hari ini kami ke TKP, tapi karena mereka mau datang ke Sanggau ya kami terima dulu,” katanya. 

Disinggung apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan terkait kasus ini, Kasat menegaskan belum ada. “Belum, kan kita masih melakukan pemeriksaan, tunggu saja hasilnya, pasti kita sampaikan,” pungkas Aminuddin. (julianus ratno/ang)