Buat Laporan Palsu AMT Diciduk Polisi

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 275

Buat Laporan Palsu AMT Diciduk Polisi
DIAMANKAN - AMT (19) bersama barang bukti pisau saat diamankan anggota Polsek Entikong. AMT ditangkap karena telah membuat laporan palsu. (SP/Ratno)
SANGGAU, SP - Seorang pria berinisial AMT (19) warga, Dusun Entikong RT/003 RW 003/000, Desa Entikong, Kecamatan Entikong terpaksa diamankan polisi setempat setelah memberikan laporan palsu. Namun, yang bersangkutan akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga karena harus menjalani pengobatan medis di Rumah Sakit Serian, Sarawak, Malaysia.

“Untuk sementara kami kembalikan (AMT) kepada keluarga guna pengobatan medis. Karena pelaku sejak 1 bulan terakhir bertingkah aneh pasca pelaku jatuh dan kepalanya terbentur. Siang ini (kemarin, red), rencananya akan dibawa pihak keluarga berobat ke rumah sakit Serian,” kata Kapolsek Entikong, Kompol. Amin Siddiq, SH kepada wartawan, Senin (9/4/).

Kronologi kejadian, dijelaskan Kapolsek, pada Minggu (8/4/) lalu sekira pukul 20.00 WIB, anggota Polsek Entikong menerima informasi via telp dari Ustadz Toha, bahwa telah terjadi tindak pidana pengeroyokan dan penusukan terhadap AMT. 

Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan, dijelaskan Amin Siddiq, yang bersangkutan mengaku pada pukul 20.00 wib di simpang jalan Baru Santo dikeroyok dan ditusuk 4 orang menggunakan pisau, yang mengakibatkan baju korban robek dan ini terjadi saat korban pulang dari rumah gurunya atas nama Suseno yang beralamat di Jalan Barusanto guna mengembalikan flashdisk.

Menurut keterangan AMT, lanjut Kapolsek, ciri-ciri tersangka adalah dua orang laki laki memakai jaket warna gelap dan dua orang memakai switer dan keempatnya bertopeng, menggunakan 2 sepeda motor yang salah satunya motor vario hitam.

“Dan pada saat menikam pelaku mengatakan kepada korban bahwa ini adalah perintah, tapi korban melawan dan berhasil memukul kedua pelaku dan akhirnya keempat pelaku melarikan diri. Selanjutnya korban pergi ke Masjid Istiqomah dan melaporkan kejadian ini kepada jamaah masjid,” terang Amin Siddiq.

Setelah melakukan interogasi, kata Kapolsek, ia bersama 4 personil membawa korban ke TKP guna mencari keberadaan pelaku dan pelaku tidak ditemukan. Selanjutnya pencarian pelaku dilanjutkan ke wilayah perbatasan Entikong, Balai Karangan dan pelaku tidak ditemukan. Akhirnya korban dibawa kembali ke Polsek.

Sesampai di Polsek, Kapolsek Entikong menginterogasi kembali korban dan menemukan beberapa kejanggalan, diantaranya pakaian korban hanya bajunya saja yang kotor padahal korban mengatakan dirinya sempat jatuh dengan posisi tengkurap di TKP (kondisi TKP tanah kuning). 

“Korban mengatakan celananya sudah dibersihkan menggunakan air, padahal celananya dalam kondisi kering. Kemudian, ada dua bekas sobekan kecil di samping sobekan besar pada baju korban. Sobekan besar di baju korban berukuran kurang lebih 25 cm, tapi celana korban tidak robek. Korban menerangkan sebelum kejadian ia mengembalikan flasdisk ke rumah gurunya atasamama Suseno dan gurunya tidak berada di rumah, flashdisk diterima pembantu gurunya,” beber Kapolsek.

Untuk memastikan keterangan AMT, Kapolsek Entikong mendatangi rumah Suseno dan yang bersangkutan menerangkan keterangan korban tidak benar dan Suseno tidak mempunyai pembantu. 

“Akhirnya AMT mengakui dirinya telah berbohong dan pengeroyokan dan penikaman terhadap dirinya tidak benar. Bajunya yang robek karena perbuatan yang bersangkutan dengan cara menyobek bajunya menggunakan pisau yang dibawanya dari rumah. Ini sudah direncanakan yang bersangkutan pada hari minggu 8 April 2018 pukul 16.00 Wib,” kata Kapolsek.

Menurut Amin Siddiq, , motivasi AMT membuat laporan palsu agar dirinya dianggap hebat oleh teman-temannya, dimana yang bersangkutan sejak 4 bulan yang lalu ikut pencak silat TERATAI di Entikong.

“Jika laporan palsu ini tidak terungkap akan berdampak terhadap situasi kamtibmas di Kecamatan Entikong tidak kondusif dan berimplikasi pada SARA. Hal ini ditandai bahwa setelah info pengeroyokan dan penikaman ini menyebar, masyarakat Entikong sudah banyak yang berkumpul secara berkelompok,” tutup Kapolsek. (jul)