Dinas Hangpanghortikan Siapkan 20 Pompa Air

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 97

Dinas Hangpanghortikan Siapkan 20 Pompa Air
PERTANIAN- Kunjungan Menteri Pertanian Dr Andi Amran Sulaiman di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. (Net)
SANGGAU, SP - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Hangpanghortikan) Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri mengatakan, awal musim kemarau diprediksi masih terjadi di Mei 2018 mendatang. 

“Jika pada Mei sudah memasuki musim kemarau, setidaknya para petani harus sudah menanam pada April ini. Intinya jangan sampai padi sudah bunting (berisi) lalu kemarau tiba, ini yang kacau. Kalau masih menanam tidak masalah,” katanya, Selasa (10/4)

Pemerintah Kabupaten Sanggau, melalui Dinas Hangpanghortikan Pihaknya, kata Jhon Hendri, akan  menyiapkan sebanyak  20 pompa air yang bisa digunakan kelompok tani saat kemarau datang. 

“Pompa itu akan didistribusikan ke kelompok-kelompok tani. Terutama di daerah-daerah yang kurang air. Misalnya di daerah eks cetak sawah, biasanya banyak parit yang sudah dibangun tapi airnya kecil. Sehingga bisa ditarik (airnya) dengan pompa,” jelasnya.

Selain menyiapkan pompa air, lanjut Jhon Hendri, pihaknya juga membuat embung untuk menampung air sementara. Sehingga saat kemarau tiba, wilayah yang terdampak kemarau bisa memanfaatkan embung itu.

“Karena kalau bicara cukup (pompa air), pasti tidak cukup. Idealnya paling tidak 25 hektar satu pompa air. Maka kita perlu juga mengambil langkah lain seperti embung ini. Dan juga selama ini kan masih berharap dari air hujan. Kalaupun ada embung, yang berasal dari daerah air hujan, sungai, parit, saluran, juga akan mengalami kekurangan,” ujarnya.

Menurut Jhon Hendri, hingga akhir April masih diprediksi terjadi hujan, walaupun intensitasnya tidak tinggi. Untuk itu, petani diimbau agar bisa membaca situasi tersebut. Jangan sampai begitu menanam padi, musim kemarau tiba atau begitu bulir padi sudah berisi, kemarau datang. 

Ia menambahkan, tidak seorangpun bisa menahan tibanya musim kemarau. “Kita tidak dapat melawan itu. Yang perlu kita antisipasi adalah membaca perubahan cuaca ini, supaya menyesuaikan kondisi lapangan. Dan kita minta kelompok tani membuat jadwal tanam. Misalnya jadwal tanam digeser atau dimajukan,” pungkasnya. (jul/jek)