Yansen Diserang Fitnah di Medsos, Tempuh Jalur Hukum

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 348

Yansen Diserang Fitnah di Medsos, Tempuh Jalur Hukum
Ilustrasi. Net
Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS), Abdul RahiM
"Kami juga tidak membiarkannya, maka kami berencana melaporkan akun penebar fitnah tersebut. Dan kami juga sudah berkonsultasi dengan kepolisian dalam hal ini tim Cyber Polres Sanggau dan Reserse untuk melakukan kajian terhadap akun yang diduga palsu tersebut"

SANGGAU,SP - Penggunaan media sosial (medsos) sebagai alat berkampanye, beradu gagasan di Pilkada Sanggau 2018 mulai meningkat. Tak terkecuali digunakan untuk tujuan menjatuhkan lawan yang berseberangan.

Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 1, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason (YAS), Abdul Rahim mengatakan, banyak isu miring yang menghantam Calon Bupati Sanggau, Yansen melalui media sosial facebook belakangan ini, sangat sulit untuk tidak dikaitkan dengan Pilkada Sanggau. 

“Kami sangat menyayangkan itu terjadi, serangan-serangan tidak mendasar melalui facebook terus dialamatkan kepada Pak Yansen. Lebih menyakitkan lagi, akun-akun yang diduga bodong menyerang pribadi Pak Yansen,” katanya, Rabu (11/4).

Seperti akun facebook bernama Rizal, dibeberkan Rahim, menyebar fitnah yang sangat keji. “Ini salah satu contoh fitnah tanpa dasar yang menyerang Pak Yansen. Fitnahnya sangat keji, menyebut Pak Yansen di setiap kampung ada satu istri,” jelasnya.

Rahim mengaku, saat ini pihaknya bersama tim IT YAS tengah bekerja untuk mencari tahu si pemilik akun tersebut dan mengkaji lebih dalam apakah yang menyebar fitnah itu orang suruhan atau memang kehendak sendiri.

“Kami juga tidak membiarkannya, maka kami berencana melaporkan akun penebar fitnah tersebut. Dan kami juga sudah berkonsultasi dengan kepolisian dalam hal ini tim Cyber Polres Sanggau dan Reserse untuk melakukan kajian terhadap akun yang diduga palsu tersebut,” ujarnya.

Rahim menegaskan, tim juga tengah bekerja untuk melacak keberadaan akun palsu tersebut. “Kepada seluruh tim pemenangan, relawan dan pendukung YAS, kami mengimbau untuk tidak menyebar fitnah, berita hoax. Mari kita bermedsos dengan bijak, dengan bahasa yang elegan dan santun,” ajaknya.

Rahim juga mengajak seluruh pengguna media sosial untuk lebih selektif, tidak menelan mentah-mentah setiap informasi apa saja di media sosial seperti facebook. “Ketika menulis atau mengomentari di media sosial, jangan sembarangan. Jangan ada lagi komentar atau postingan yang bisa memperkeruh iklim demokrasi di daerah kita. Jangan sampai gara-gara menulis atau mengomentari, harus berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Kepada kepolisian, Rahim juga meminta ada sikap tegas terkait penyalahgunaan media sosial yang berpotensi memecah bela persatuan dan mengancam kondusifitas daerah ini. “Jangan sampai tahun politik menjadi keruh dan gaduh karena pemanfaatan media sosial yang tidak pada tempatnya,” pungkasnya.

Menggangu Jalannya Pilkada 

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kabupaten Sanggau, Ahmad Zaini mengatakan, saat ini sudah ada empat video yang intinya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi pemilu dari tidak menggunakan politik uang, politisasi SARA, dan anti hoax.

“Di video kita yang ke empat, kita mengajak tim paslon untuk tidak menggunakan politik uang, politisasi SARA dan semacamnya yang berpotensi mengganggu jalannya proses Pilkada dan kamtibmas,” katanya, Rabu (11/4).

Video tersebut, lanjut Zaini merupakan karya Panwaslu Kecamatan dengan melibatkan elemen masyarakat setempat. Sasarannya masyarakat, tim sukses dan pasangan calon. “Jadi masyarakat silakan melihat bagaimana videonya di youtube, kita saat ini juga sedang menyiapkan video tutorial pengisian pelaporan form A tentang pelaporan. Jadi di video itu dikasi tahu bagaimana jika membuat laporan jika masyarakat menermukan pelanggaran pemilu,” tutupnya. (jul/jek)