Kansilog Pastikan Stok Beras Aman

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 72

Kansilog Pastikan Stok Beras Aman
Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kabupaten Sanggau, Suriansyah
SANGGAU, SP - Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kabupaten Sanggau, Suriansyah memastikan stok beras aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1439 tahun ini. 

Saat ini stok beras di gudang mencapai 1000 ton. Jadi, stok kita cukup untuk stabilitas harga dan ketersediaan pangan sampai menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” katanya, Senin (16/4/2018).

Kemudian untuk gula, kata Suriansyah, stok berjumlah 15 ton dan minyak goreng berjumlah 5000 liter. 

“Jika tidak mencukupi, akan ditambah lagi stoknya. Kami ada sistem manajemen stok. Jadi, sebelum stok habis akan diisi lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri juga memastikan ketersediaan pangan seperti beras, terutama selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Kita punya stok beras di gudang sekitar 100 ton. Jumlah ini belum termasuk ketersediaan beras yang ada di tingkat petani. Apalagi sekarang baru saja panen, jadi stok beras untuk Ramadan dan Idul Fitri cukup,” katanya.

Terkait harga, lanjut Jhon Hendri, Pemda Sanggau bakal melakukan pemantauan intensif. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, operasi pasar bakal digelar untuk mengendalikan harga beras di pasaran.

Menurutnya, sejauh ini harga beras di pasaran memang berfluktuasi. 

Hal ini karena adanya persaingan pasar. Meski begitu, harga beras di pasaran Kabupaten Sanggau masih terjangkau. 

“Kalau nanti ada lonjakan harga, kita kendalikan dengan operasi pasar. Kebetulan kita bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia, jadi kalau ada lonjakan harga kita lakukan operasi pasar beras murah dengan harga 9 ribu perkilogram,” terang Jhon Hendri.

Disinggung kabar masuknya beras dari Malaysia lewat jalur perbatasan, ia belum bisa memastikan kabar tersebut. Jika benar ada, menurutnya, jumlahnya tentu terbatas. 

“Perbatasan kita sudah sangat ketat. Begitu juga dengan Malaysia, mereka sangat selektif mengeluarkan produk pangannya. Terlebih, untuk jenis beras, karena di sana beras itu disubsidi. Petani kita sejauh ini terlindungi lah,” tutupnya. (jul/jek)