Pemkab Lamban Bantu Korban Banjir di Meliau

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 200

Pemkab Lamban Bantu Korban Banjir di Meliau
MENYELAMATKAN - Seorang warga menyelamatkan padi hasil panennya dari banjir yang merendam rumahnya. (SP/Julia)
SANGGAU, SP - Banjir yang menghantam sejumlah dusun di Kecamatan Meliau sejak 16 April 2018, belum juga surut. Ratusan rumah warga masih terendam banjir, namun sayang bantuan dari Pemkab Sanggau tak kunjung datang.

“Sampai sekarang (kemarin, red), belum ada sama sekali bantuan dari Pemkab Sanggau ataupun dari BPBD Sanggau kepada korban banjir,” kata Ketua Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kecamatan Meliau, Franky Siswanto kepada wartawan, Rabu (18/4).

Ia sangat menyayangkan lambatnya distribusi bantuan dari Pemkab maupun dari BPBD. 

“Kami sangat menyayangkan lambatnya bantuan. Saya berani mempertanggungjawabkan apa yang saya sampaikan bahwa memang belum ada bantuan,” tegas Franky.

Padahal, kata dia, para korban banjir sangat membutuhkan bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan lainnya. 

“Kami sudah laporkan ke Dinas Sosial Provinsi juga, dan besok (hari ini, red) informasinya mereka akan mendistribusikan bantuan. Dinas Sosial Kabupaten Sanggau juga diinformasikan akan menyerahkan bantuan, kemaren itu logistiknya kurang jadi baru besok (hari ini, red) mereka serahkan. Yang jelas dari BPBD belum ada bantuan,” katanya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim dari Tagana dan Muspika Meliau di lokasi banjir, dibeberkan dia, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terendam yaitu 198 KK di Dusun Sengkuang Daok, 150 KK di Dusun Kayu Ara, 23 KK di Dusun Pampang Dua. 

Ketinggian air, menurut dia, rata-rata 1-2 meter masuk ke dalam rumah warga. 

“Yang kita data itu bukan air yang baru sampai di kolong rumah, tapi yang sudah masuk ke dalam rumah yang menyebabkan masyarakat tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari,” terang Franky.

Ia menambahkan, melihat kondisi banjir yang cukup parah, pihaknya bersama Muspika setempat bergotong royong membangun tenda darurat yang berlokasi di dataran tinggi Dusun Sengkuang Daok, Desa Sengkuang Daok, tidak jauh dari kuburan muslim.

“Saat ini, banjir masih terus terjadi. Untuk listrik, saat ini tidak berfungsi. Hal ini mengingat ketinggian air sudah masuk ke dalam rumah, bahkan ada yang sampai ke atap rumah warga,” tutupnya seraya mengatakan sudah ada bantuan sebanyak 90 dus mie instan dari PT BHD. (jul)