JPKP Minta Polisi Tindak Tegas Pedagang Nakal

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 130

JPKP Minta Polisi Tindak Tegas Pedagang Nakal
PASAR SENGGOL- Aktivitas di Pasar Senggol, Sanggau. JPKP Kabupaten Sanggau meminta aparat kepolisian tidak segan-segan menindak pedagang yang kedapatan berlaku nakal. (Net)
SANGGAU, SP -  Setiap  menjelang Ramadhan, oknum pedagang seringkali memanfaatkan situasi dan merugikan msyarakat sebagai konsumen, untuk ituJaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Sanggau, meminta aparat kepolisian tidak segan-segan menindak pedagang yang kedapatan berlaku nakal. 

Menurut Wakil Ketua JPKP Sanggau, Heriyanto, menjelang ramadhan, idul fitri maupun hari besar lainnya seringkali oknum pedagang memanfaatkan situasi dan kondisi, bahkan merugikan masyarakat sebagai konsumen. Seperti melakukan penimbunan, menaikkan harga semaunya dan tindakan lainnya.

“Menjelang Ramadan tahun ini, kita tidak menginginkan ada oknum pedagang nakal yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan besar dengan cara-cara nakal, dengan cara-cara yang merugikan orang lain,” kata, Heriyanto, di Sanggau, Kamis (19/4).

Menurut Heriyanto, Polri bersama pihak-pihak terkait harus bersinergi dalam memantau keadaan, kondisi pasar dan distribusi bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu penting dilakukan untuk menghindari permainan curang oknum pedagang bahan pokok.

Pemerintah daerah, lanjut dia, harus hadir untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat dari produk atau bahan pokok yang dikonsumsinya.  

“Kepada distributor maupun penjual, kita berharap tidak melakukan penimbunan barang. Tidak menjual barang-barang yang sudah tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Kepada masyarakat, ia berharap tidak takut melaporkan ke aparat penegak hukum jika menemukan atau mengetahui tentang adanya aktivitas penimbunan yang mungkin saja dilakukan pedagang nakal.

Kemudian, Heriyanto berharap, sidak ataupun razia yang dilakukan dinas terkait bersama pihak terkait lainnya gencar dilakukan. Tidak hanya menyasar minimarket atau pasar modern di dalam kota saja, tetapi sidak atau razia juga perlu dilakukan hingga ke kecamatan-kecamatan.

“Kita prihatin hampir setiap tahun barang kadaluarsa masih saja ditemukan. Masih saja terpajang di rak-rak penjualan. Temuan ini harus menjadi perhatian serius dan diberikan tindakan tegas, sehingga hal serupa tak terulang kembali,” tutupnya. (jul/jek)