Masyarakat Diminta Turut Berantas Miras Oplosan, Merusak Sistem Saraf Pusat dan Otak

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 76

Masyarakat Diminta Turut Berantas Miras Oplosan, Merusak Sistem Saraf Pusat dan Otak
MIRAS - Ribuan botol minuman keras (Miras) di Jakarta Selatan dimusnahkan. Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif memberantas peredaran miras di Sanggau. (Net)
Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan
"Kami tidak mau ada korban akibat miras oplosan. Dan saya sudah perintahkan seluruh Polsek untuk memberantas miras oplosan, termasuk untuk melaksanakan razia. Sekali lagi kami minta masyarakat untuk turut serta memberikan informasi."

SANGGAU, SP - Maraknya peredaran minuman keras (miras) oplosan di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian serius Polres Sanggau. Apalagi dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap kepolisian, miras oplosan itu sudah merenggut puluhan nyawa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berperan serta dalam memberantas peredaran miras oplosan, dengan memberi informasi apabila ada indikasi peredaran miras oplosan di lingkungan sekitar,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan, Kamis (19/4).

Ia mengingatkan, mengkonsumsi miras oplosan sangat berbahaya. Karena dapat merusak sistem saraf pusat dan otak, menyebabkan kebutaan permanen, kerusakan saluran pencernaan dan kerusakan sistem pernafasan.

Pihaknya, ditegaskan Kapolres, akan konsen dalam memberantas persoalan tersebut mengingat keberadaan miras oplosan sangat merugikan masyarakat. Ia pun memerintahkan seluruh jajarannya hingga tingkat Polsek untuk terus memberantas miras oplosan tersebut.

“Kami tidak mau ada korban akibat miras oplosan. Dan saya sudah perintahkan seluruh Polsek untuk memberantas miras oplosan, termasuk untuk melaksanakan razia. Sekali lagi kami minta masyarakat untuk turut serta memberikan informasi,” ujar Rachmat. 

Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro mendukung langkah Polres Sanggau dalam memberantas miras oplosan. “Kita mendukung polisi melakukan razia miras oplosan untuk mencegah adanya korban akibat miras campuran itu,” tegasnya.

Namun, menurut legislator Partai Golkar ini, minuman arak sudah tidak asing lagi di Kalbar, termasuk Sanggau. Biasanya dalam acara tertentu, arak itu ada dan tentu dengan takaran tertentu serta tidak dicampur dengan bahan berbahaya.

Menjadi masalah, kata Konggo, ketika arak itu dicampur dengan minuman atau bahan berbahaya lain. 

“Kita minta kepada masyarakat untuk menjauhi miras oplosan, karena sangat berbahaya. Jangan hanya untuk mencari kenikmatan lebih, nyawa dikorbankan,” katanya.

Harus Menjadi Perhatian Semua Pihak 

Menurut Konggo, masalah miras oplosan ini harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya polisi tetapi juga peran masyarakat itu sendiri. Kemudian, peran keluarga juga sangat penting untuk membentengi anggota keluarganya.

Politisi daerah pemilihan Kapuas ini berpendapat, hadirnya kegiatan positif di lingkungan sekitar juga sangat dibutuhkan untuk menghindari terjerumusnya seseorang, kaum muda misalnya dari miras oplosan tersebut.

“Sarana untuk kegiatan positif penting juga. Kemudian di dalam keluarga juga apakah sudah memberikan rasa nyaman dan tenang. Jangan sampai salah satu dari keluarga kita menjadi salah satu korban miras oplosan, itu tentu tidak kita inginkan,” pungkasnya. (jul/jek)