DPRD Pertanyakan Konsep Penanganan Banjir, Harus Menjadi Perhatian Serius Pemkab

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 125

DPRD Pertanyakan Konsep Penanganan Banjir, Harus Menjadi Perhatian Serius Pemkab
ilustrasi. (Net)
Konggo Tjintalong Tjondro
"Masalah banjir harus menjadi perhatian serius Pemkab Sanggau. Bukan hanya soal penanganan saat banjir terjadi, tetapi juga harus ada konsep yang jelas dari pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir yang kerap terjadi di sejumlah kecamatan di Sanggau"
 
SANGGAU SP - Sejumlah wilayah di Kabupaten Sanggau masih kerap dihantam banjir yang cukup mengkhawatirkan. Upaya Pemkab Sanggau mengatasi banjir selama ini pun dipertanyakan. 

“Masalah banjir harus menjadi perhatian serius Pemkab Sanggau. Bukan hanya soal penanganan saat banjir terjadi, tetapi juga harus ada konsep yang jelas dari pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir yang kerap terjadi di sejumlah kecamatan di Sanggau,” tegas anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro, Kamis (26/4).

Menurut legislator Partai Golkar ini, persoalan banjir ini jangan dianggap persoalan biasa. Karena banyak masyarakat yang dirugikan saat banjir, bukan hanya soal kerugian material tetapi juga mengancam nyawa. 

“Salah satu contoh banjir yang terjadi di Kecamatan Toba pada Maret lalu, selain menyebabkan kerugian material, juga menelan satu korban jiwa. Kemudian belum lama banjir di Melalui berlalu, sekarang banjir kembali terjadi. Kita sangat prihatin,” kata Konggo.

Politisi daerah pemilihan Kapuas ini lantas mempertanyakan konsep Pemkab Sanggau dalam mengatasi banjir.

“Kita pertanyakan konsep pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir. Karena apabila upaya pencegahan tidak segera dilakukan, tahun-tahun berikutnya banjir akan kembali terjadi,” ujar Konggo.

Terkait banjir yang menghantan Desa Kuala Buayan, Desa Kuala Rosan dan Desa Pampang Dua di Meliau, ia meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait segera ke lapangan untuk membantu korban banjir.

“Kalau banjirnya beresiko, kita minta secepatnya para korban banjir dievakuasi. Kemudian buat tenda atau posko-posko. Segera penuhi kebutuhan para korban banjir itu, terutama yang sangat dibutuhkan seperti sembako dan sebagainya,” harap Konggo.

Anggota DPRD Sanggau lainnya, Utin Ayu Supadmi berharap penanganan banjir di Meliau dilakukan secara terintegrasi. Pasalnya, banjir disebabkan meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan. 

Dalam penanganannya, Ketua DPC PKB Sanggau ini mengingatkan agar melibatkan instasi terkait dan partisipasi masyarakat. 

“Penanganan banjir di wilayah kita ini tidak boleh setengah-setengah,” tegas Ayu.

Melihat ke belakang, menurut dia, banjir terjadi hampir setiap tahun, bahkan terkadang tanpa diduga-duga. 

“Dampak banjir tidak hanya melumpuhkan perekonomian masyarakat terdampak, yang dikhawatirkan menimbulkan dampak kesehatan dan sosial. Nah, ini yang juga harus menjadi perhatian kita semua. Penanganan cepat beserta dampaknya harus menjadi perhatian kita semua,” pungkasnya. (jul/jek)

Bantuan Untuk Korban Lambat 

Sebelumnya Ketua Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kecamatan Meliau, Franky Siswanto  sangat menyayangkan lambatnya distribusi bantuan dari Pemkab maupun dari BPBD Sanggau untuk korban banjir di sejumlah dusun Kecamatan Meliau

“Kami sangat menyayangkan lambatnya bantuan. Padahal, para korban banjir sangat membutuhkan bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan lainnya," kata Franky.

Ia menambahkan, melihat kondisi banjir yang cukup parah, pihaknya bersama Muspika setempat bergotong royong membangun tenda darurat yang berlokasi di dataran tinggi Dusun Sengkuang Daok, Desa Sengkuang Daok, tidak jauh dari kuburan muslim.

“Saat ini, banjir masih terus terjadi. Untuk listrik, saat ini tidak berfungsi. Hal ini mengingat ketinggian air sudah masuk ke dalam rumah, bahkan ada yang sampai ke atap rumah warga,” tutupnya. (jul/jek)

Komentar