Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 1204/Sgu, TNI Ajak Masyarakat Peduli Pelestarian Lingkungan Hidup

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 94

Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 1204/Sgu, TNI Ajak Masyarakat Peduli Pelestarian Lingkungan Hidup
ALAT BIOPORI - Penyerahan alat biopori kepada perwakilan Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau saat sosialisasi pelestarian lingkungan hidup yang digelar di di Balai Desa setempat, Kamis (26/4). (Ist)
Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sanggau ambil bagian dalam kegiatan TMMD Regtas ke-101 Kodim 1204/Sgu tahun 2018. Diwakili dua orang kepala seksi (Kasi), mereka memberikan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan hidup di Balai Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kamis (26/4).

SP - Sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan non fisik TMMD sebagai upaya TNI memelihara kelangsungan daya  dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Sehingga bisa mencegah segala aktivitas yang mengancam kerusakan lingkungan alam serta mengancam kepunahan habitat dan hewan.

Hadir dalam sosialisasi itu Kasi Kehutanan dan Keanekaragaman Hayati Dinas LH Kabupaten Sanggau, Rahmat Asri, Plt. Kasi Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas LH Kabupaten Sanggau, Rusli P Tandiabang, Danramil 1204-05/Noyan, Pelda Roberto APM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta pemuda Desa Sungai Dangin.

Pada kesempatan itu, Rahmat Asri mengajak masyarakat untuk menjalankan program penanaman seribu pohon. “Bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan rob bukan terjadi begitu saja. Bencana ini utamanya terjadi karena kurangnya daerah resapan air hujan akibat penggundulan hutan,” kata Kasi Kehutanan dan Keanekaragaman Hayati Dinas LH Kabupaten Sanggau ini.

Ia mengingatkan, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan bangunan membuat tanah menjadi lemah dalam menyerap air. Akibatnya, lapisan tanah terkikis dan terjadilah erosi. Dengan adanya erosi terus menerus dan tidak adanya penahan tanah, maka longsor mudah terjadi, begitu juga dengan terjadinya abrasi.

Selain penggundulan hutan, pembuangan sampah di aliran sungai juga mempengaruhi terjadinya banjir. Rahmat mencontohkan sampah plastik, sulit untuk didegradasi dan biasanya menumpuk di sepanjang aliran sungai. 

“Saat hujan datang, aliran terhalang sampah sehingga aliran air membelok keluar dari aliran sungai yang seharusnya. Selain menjadi penyebab banjir, dampak sampah plastik bagi kesehatan juga cukup beresiko,” bebernya.

Dampak pencemaran udara bukan hanya menimpa manusia, tetapi juga unsur biotik dan abiotik di lingkungan hidup. Pencemaran udara utamanya berasal dari asap kendaraan bermotor dan limbah asap pabrik

Upaya pelestarian lingkungan hidup tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, masyarakat juga harus ikut berperan. Sebanyak apapun usaha pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup akan percuma apabila tidak diimbangi dengan usaha dari masyarakat. 

Pada kegiatan sosialisasi itu, juga dilakukan penyerahan alat pembuat lubang di tanah (biopori) sebanyak 5 unit kepada Desa Sungai Dangin. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat setempat. (julianus ratno)