Petugas Gabungan Gelar Razia Pekat, Dua Orang Positif Narkoba

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 141

Petugas Gabungan Gelar Razia Pekat, Dua Orang Positif Narkoba
TES URINE- Hasil tes urine yang dilakukan BNNK Sanggau terhadap 10 orang yang terjaring razia pekat, di sejumlah hotel, penginapan dan rumah kos di wilayah Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (14/5) dini hari. (Ist)
SANGGAU, SP - Petugas gabungan yang terdiri Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Polres Sanggau, Kodim 1204/Sgu, POM TNI dan Satpol PP Kabupaten Sanggau  menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), di sejumlah hotel, penginapan dan rumah kos di wilayah Kecamatan Kapua,  Kabupaten Sanggau, Senin (14/5) dini hari kemarin. Hasilnya, dua orang diantaranya positif narkoba.

Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau, Hery Ariandy mengatakan, sedikitnya 10 orang terjaring saat razia yang dilakukan di hotel, penginapan dan rumah kos di wilayah Kecamatan Kapuas. 

“10 orang yang terjaring itu tidak dapat menunjukkan surat nikah. Dan hasil tes urin teridentifikasi satu pria dan satu wanita positif menggunakan narkotika jenis sabu.,” katanya, Senin (14/5/).

Namun, dijelaskan Hery, saat dilakukan penggeledahan oleh tim gabungan dari Polres Sanggau terhadap kendaraan Toyota Agya milik terduga, tidak ditemukan barang bukti narkotika.

“Kami akan menunggu tindaklanjut penyerahan terduga dari Sat Pol PP untuk dilakukan assessment mendalam di BNNK Sanggau, sebelum dilakukan proses rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, AKBP Ngatiya mengungkapkan, ditahun 2017 sebanyak 29 orang pecandu narkotika direhabilitasi, diantaranya 16 orang rawat jalan dan 13 orang menjalani rawat inap.

Ia mengatakan kurangnya pemahaman masyarakat khususnya para pencadu tentang pentingnya rehabilitasi menjadi faktor utama pencadu untuk dilakukan penyembuhan melalui rehabilitasi.

“Hal ini menjadi perhatian serius kami dan diharapkan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan menuturkan, peredaran dan penggunaan narkoba di Sanggau sudah semakin memprihatinkan. Kabupaten Sanggau selaian sebagai salah satu  tujuan edar narkoba,  juga sebagai jalur primadona masuknya narkoba ke Indonesia dari negara Malaysia.

“Aparatur pemerintah yang berwenang telah berupaya melakukan tindakan baik preventif maupun represif, namun hal itu masih tidak menghentikan para mafia narkoba melkukan aksinya, ” kata Rachmat.
 
Menurut Kapolres, para mafia narkoba ini selalu mencari jalan lain dan lengahnya petugas. hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya peredaran narkoba di wilayah kalimantan Barat khususnya di Sanggau.

“Hal ini harus menjadi perhatian bersama. Bukan saja dari aparat penegak hukum atau instansi pemerintah semata, namun butuh dukungan dari semua lapisan masyarakat, ” pungkasnya.

Berikan Sanksi Tegas 

Anggota Dewan Penasehat GP Ansor Kabupaten Sanggau, Abang Indra mengapresiasi razia pekat yang dilakukan aparat gabungan. Terlebih saat menyambut bulan suci Ramadan, Indra berharap razia serupa terus dilakukan. Terutama di hotel atau penginapan yang terindikasi kuat kerap disalahgunakan untuk melakukan perbuatan negatif.

“Bagi yang sudah beberapa kali terjaring berikan sanksi tegas, berikan sanksi tipiring. Kita tidak ingin penginapan, rumah kost dijadikan tempat asusila,” pungkasnya

"Kita sangat mendukung razia yang dilakukan di hotel atau penginapan dan rumah kos. Selain untuk mencegah praktik asusila di luar nikah, razia ini juga penting untuk menekan penyalahgunaan narkotika,” timpalnya. (jul/jek)