Warga Malaysia Terjaring Operasi Pekat, Tidak Memiliki Dokumen yang Sah

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 119

Warga Malaysia Terjaring Operasi Pekat, Tidak Memiliki Dokumen yang Sah
OPERASI - Jajaran Polsek Entikong saat operasi pekat (penyakit masyarakat), selama Ramadan. Pada operasi pekat itu sebanyak 17 orang terjaring, dua diantaranya warga Malaysia, Sabtu (19/5) malam. (Ist)
Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq
"Dari razia yang kami lakukan di Dusun Sontas, Terminal Bis Entikong, Jalan Lingkar Patoka, Penginapan Libas, Penginapan Pangkaras, PLBN dan Rusunawa Entikong, sebanyak 17 orang terjaring dan dua diantaranya warga Malaysia"

SANGGAU, SP - Jajaran Polres Sanggau gencar melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat) selama Ramadan 1439 H. Seperti yang dilakukan Polsek Entikong, Sabtu (19/5) malam, sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi tempat prostitusi disisir petugas kepolisian.

“Dari razia yang kami lakukan di Dusun Sontas, Terminal Bis Entikong, Jalan Lingkar Patoka, Penginapan Libas, Penginapan Pangkaras, PLBN dan Rusunawa Entikong, sebanyak 17 orang terjaring dan dua diantaranya warga Malaysia,” kata Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq, Minggu (20/5/).

Dua warga Malaysia itu yakni Donald Anak Jack (35) dan Banard (27), dijelaskan Kapolsek, terjaring saat razia yang dilakukan di Penginapan Libas. 

“Saat dirazia, Donald berada di kamar 22 bersama pasangan wanitanya. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, yang bersangkutan memiliki dokumen PLB, Lesen (KTP),” bebernya.

Sedangkan Banard, lanjut Kapolsek, terjaring di kamar 23. Setelah diperiksa, yang bersangkutan tidak memiliki dokumen yang sah. Banard juga terjaring bersama wanita bukan pasangan sahnya. Selain mengamankan dua warga Malaysia itu, petugas juga berhasil mengamankan penguni kamar lainnya. 

“Di kamar 15 juga ditemukan pasangan bukan suami istri menginap dan sang laki-laki bersembunyi di atas dek kamar,” terang Kapolsek.

Saat petugas menyisir Terminal Bis Entikong, didapati 3 pemuda sedang duduk sambil mengkonsumsi miras yakni EA, Hen, dan Har. 

“Ada tiga orang pemuda yang kedapatan sedang asik menikmati minum-minuman keras,” kata Siddiq.

Kemudian, di depan Rusunawa Entimkong, petugas menemukan enam pelajar sedang mengkonsumsi miras. 

“Status mereka ini masih pelajar SMP, tapi mengkonsumsi minuman keras. Kita khawatir kalau dibiarkan akan merusak masa depan mereka nantinya,” tegasnya.

Mereka yang terjaring dalam razia pekat tersebut, Kapolsek menambahkan, dibawa ke Mapolsek Entikong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.  

“Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, satu orang warga negara Malaysia atasnama Banard tidak memiliki dokumen paspor/PLB dikenakan UU Keimigrasian dan telah diterbitkan laporan polisi. Sedangkan untuk ke 16 orang lainnya diberikan peringatan dan membuat pernyataan. Operasi pekat ini untuk mencegah peredaran miras, prostitusi dan premanisme di wilayah hukum Polsek Entikong,” pungkasnya.

Menyasar Lokasi yang Kerap Disalahgunakan

Tokoh Pemuda Sanggau, Sulaiman mendukung jajaran Polres Sanggau memberantas penyakit masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan. Ia berharap, razia pekat terus dilakukan dengan menyasar lokasi-lokasi yang kerap disalahgunakan.

“Kita dukung razia pekat ini. Penyakit masyarakat seperti prostitusi, miras dan perbuatan negatifnya terlebih di bulan puasa seperti ini harus diberantas. Harapnnya, razia seperti ini rutin dilakukan,” ujarnya.

Sulaiman juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam memberantas penyakit masyarakat tersebut. 

“Jika mengetahui adanya lokasi yang kerap disalahgunakan untuk prostitusi, narkoba dan kejahatan lainnya, jangan takut melaporkannya. Sampaikan informasi itu kepada petugas,” harapnya.

Ketua KNPI Kabupaten Sanggau ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang sudah baik selama ini. “Jaga dan pelihara kamtibmas yang sudak baik sekarang ini. Dan mari kita menghormati saudara-saudara kita yang tengah menjalankan ibadah puasa,” tutupnya. (jul/jek)