Jalan Nasional di Sanggau Longsor Lagi, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 154

Jalan Nasional di Sanggau Longsor Lagi, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan
LONGSOR - Jalan nasional yang berada di jalur Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau kembali longsor. (SP/Julianus)
Pengguna Jalan, Noni Dianovela
"Dulu juga sudah pernah longsor, kemudian diperbaiki. Sekarang longsor lagi."

SANGGAU, SP - Kondisi jalan nasional yang berada di jalur Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau kembali mengancam pengguna jalan. Sempat longsor pada Juni 2017 lalu, kini jalan yang berada tepat di depan PLTD Semboja itu kembali longsor.

Pantauan di lapangan, Selasa (22/5) tampak hampir separuh badan jalan jalur kiri dari arah Sanggau menuju Pontianak longsor. Bahkan rambu-rambu rawan longsor yang terpasang di sisi jalan terlihat miring. 

Selain itu, terpasang rambu-rambu petunjuk arah di lokasi longsor. Rambu-rambu itu menunjukkan agar pengguna jalan arah Sanggau menuju Pontianak mengambil jalur kanan. Pengendara yang melintasi jalan tersebut harus eksta hati-hati.

Salah seorang pengendara yang melintas, Noni Dianovela mengaku khawatir melintas jalan tersebut mengingat jalan semakin menyempit akibat longsor. 

“Dulu juga sudah pernah longsor, kemudian diperbaiki. Sekarang longsor lagi,” katanya.

Menurut dia, selain mengancam para pengguna jalan terlebih pengendara yang jarang bahkan tidak pernah sama sekali melintas di jalan itu, longsornya jalan di depan PLTD Semboja itu juga sangat menganggu. 

“Kalau ramai kendaraan, pasti nganti. Jelas menggangulah,” ucap Noni.

Warga Sanggau yang tinggal tidak jauh dari lokasi longsor, Sulaiman,  juga mengaku khawatir melihat kondisi jalan tersebut. 

“Saya setiap hari lewat jalan ini. Kalau pagi ramai, terganggu juga kita,” katanya.

Untuk itu, Ketua KNPI Kabupaten Sanggau ini meminta kepada pemeirntah agar segara memperbaiki jalan tersebut. 

“Kondisi jalan itu mengancam keselamatan pengguna jalan. Kepada pemerintah, tolong segera diperbaiki,” tuturnya.

Mengingat jalan tersebut berstatus jalan nasional, ia meminta kepada Pemkab Sanggau melalui dinas terkait agar segera melaporkan kondisi jalan itu ke pemerintah provinsi. Dengan begitu, perbaikan bisa segera dilakukan.

Kepada pengendara, ia mengingatkan agar lebih berhati-hati ketika melintas di jalan tersebut.

“Kurangi kecepatan saat melintas di jalan itu. Dan sampaikan juga kepada keluarga, teman dan orang-orang di sekitar kita tentang kondisi jalan tersebut. Ini penting agar warga yang tidak tahu bisa tahu, sehingga mereka lebih berhati-hati,” ujar Sulaiman. 

Selain itu, ia juga meminta kepada dinas terkait agar segera berkoordinasi dengan PLN untuk memasang lampu penerangan di lokasi longsor tersebut. 

“Rambu-rambu kan sudah dipasang, kalau siang hari terlihat oleh pengendara. Tapi kita khawatir kalau malam hari, apalagi bagi pengendara yang jarang melintas di jalan tersebut,” pungkas Sulaiman.

Dewan Minta Segera Perbaiki

Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro mendesak pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan mengatasi masalah tersebut. Ia khawatir jika dibiarkan terlalu lama, longsor semakin parah.

“Pemkab Sanggau melalui dinas terkait harus segera melapor kondisi jalan itu ke Pemerintah Provinsi Kalbar, sehingga perbaikan bisa segera dilakukan. Apalagi ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Terlebih, kata legislator Partai Golkar ini, tidak lama lagi umat muslim akan merayakan Idul Fitri. 

“Sekarang saudara-saudara kita umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa, setelah itu Idul Fitri. Artinya, saat mudik Lebaran akan banyak pengendara yang melintas di jalan tersebut. Kalau tidak segera diperbaiki, kan berbahaya. Kenyamanan pengendara juga terganggu,” katanya.

Sambil menunggu perbaikan, politisi daerah pemilihan Kapuas ini juga meminta agar di lokasi longsor dipasang penerang jalan. 

“Dinas terkait kita juga minta untuk segera berkoordinasi dengan PLN, segera pasang penerang jalan di situ,” pungkasnya. (jul/jek)