Stok BBM dan LPG 3 Kg di Sanggau Aman, Kuota Premium Menurun

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 92

Stok BBM dan LPG 3 Kg di Sanggau Aman, Kuota Premium Menurun
Ilustrasi. (Net)
Kepala Bidang ESDM Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Sanggau, Zaenal
"Kabupaten Sanggau mendapat kuota BBM tertentu (solar) sebesar 29.452 kiloliter, dengan realisasi sampai akhir April 2018 sebesar 9.200 kilolter atau 31,24 persen. Sedangkan BBM khusus penugasan (premium) mengalami penurunan, yakni menjadi 38.123 kiloliter dan realisasi sampainya hingga April 2018 sebesar 3.920 kiloliter atau 10,28 persen."

SANGGAU, SP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram untuk Idul Fitri 1439 H aman. Bahkan, stok tersebut cukup hingga akhir tahun.

Kepala Bidang ESDM Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Sanggau, Zaenal  mengatakan untuk Idul Fitri sampai akhir tahun nanti, stok BBM dan LPG tabung 3 kilogram di Sanggau terbilang aman, sehingga masyarakat diminta untuk tidak khawatir, terjadinya kelangkaan.  

"Kabupaten Sanggau mendapat kuota BBM tertentu (solar) sebesar 29.452 kiloliter, dengan realisasi sampai akhir April 2018 sebesar 9.200 kilolter atau 31,24 persen. Sedangkan BBM khusus penugasan (premium) mengalami penurunan, yakni menjadi 38.123 kiloliter dan realisasi sampainya hingga April 2018 sebesar 3.920 kiloliter atau 10,28 persen," kata Zaenal, Minggu (27/5).

Penurunan kuota premium, dijelaskan Zaenal, sebesar 15 persen dibandingkan alokasi tahun 2017. Namun demikian, tidak akan berdampak karena masyarakat sudah mulai banyak yang beralih menggunakan pertalite.

“Ini bisa dilihat dari konsumsi pertalite pada kuartal pertama tahun 2018 yakni sebesar 13.840 kiloliter. Jadi lebih besar dari konsumsi premium,” terangnya.

Untuk penyalur BBM di Kabupaten Sanggau, kata dia, ada 17 unit yang terdiri dari 13 unit SPBU, 3 unit SPBKB dan 1 unit APMS. “SPBU juga menyalurkan pertamax, pertamina dex dan dexlite,” kata Zaenal.

Lalu bagaimana dengan kondisi LPG 3 kilogram saat ini? Ia mengatakan, Kabupaten Sanggau mendapat kuota sebesar 9.762 Metrik Ton (MT) atau setara dengan 3.254.000 tabung, dengan realisasi sampai kuartal I tahun 2018 sebesar 3.264 persen atau 33,44 persen. 

Untuk sarana pendistribusiannya, lanjut Zaenal, ada 1 SPPBE, 5 agen dan sekitar 110 pangkalan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau. 

“Sampai dengan sekarang ini tidak ada masalah dalam pendistribusannya. Lacar-lancar saja” katanya.
 
Zaenal menambahkan, kebutuhan BBM maupun LPG saat ini masih relatif normal. Ia mengaku PT. Pertamina juga telah melakukan antisipasi bila terjadi tambahan kebutuhan baik BBM maupun LPG 3 Kg. 

“Kita selalu koordinasikan dengan pertamina selaku badan usaha yang berperan utama dalam menjamin kelancaran pasokan dan  distribusi BBM dan LPG 3 Kg. Koordinasi  kita dengan pertamina sangat intens,” ujarnya.

Kepada penyalur dan sub penyalur, agen dan pangkalan BBM dan LPG 3 Kg, Zaenal mengingatkan agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan  sesuai dengan fungsinya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan membeli BBM atau LPG 3 Kg. “Beli sesuai kebutuhan saja, jangan berlebihan. Stok kita amankan kok, jangan khawatir,” pungkas Zaenal.

Pantau Aktivitas SPBU

Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Sanggau, Heriyanto meminta pertamina dan aparat kepolisian mengawasi aktivitas SPBU yang ada di Kabupaten Sanggau. 

“SPBU-SPBU yang ada di Sanggau jangan sampai menjual BBM ke pembeli yang menggunakan jerigen atau drum. Karena jika itu yang terjadi, masyarakat sangat dirugikan. Kepada pihak pertamina dan kepolisian tolong awasi aktivitas di SPBU,” katanya.

Kepada masyarakat, Heryanto juga meminta agar tidak takut melapor jika melihat atau menemukan ada oknum pekerja SPBU yang mencoba bermain nakal. “Masyarakat juga harus ikut mengawasi, jangan takut,” harapnya.

Selain itu, Heriyanto juga meminta pihak-pihak terkait agar melakukan pemeriksaan atau uji tera ke SPBU yang ada di Sanggau. 

“Uji tera secara berkala penting dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan kepada pembeli,” tutupnya. (jul/jek)