TKI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 144

TKI  Bermasalah Dideportasi dari Malaysia
DEPORTASI - Sejumlah TKI bermasalah saat didata petugas di PLBN Terpadu Entikong. Sebanyak 118 TKI bermasalah dideportasi pihak Pemerintah Malaysia ke Indonesia. (Ist)
SANGGAU, SP - Seolah tak pernah berhenti, TKI bermasalah selalu menghiasi PLBN Terpadu Entikong. Terbaru, sedikitnya 118 TKI bermasalah dideportasi pihak Pemerintah Malaysia ke Indonesia.

“Hari ini (kemarin, red) sekitar pukul 09.40 wib, sebanyak 118 TKI bermasalah yang dideportasi pihak Malaysia tiba di PLBN Entikong. Sebanyak 114 orang dari Depot Imigresen Malaysia Bekenu Miri dan 4 orang dari KJRI Kuching,” kata Wakapolsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda, Minggu (27/5/18).

Mereka yang dideportasi itu terdiri dari 68 laki-laki dan 50 perempuan. Mereka berasal dari berbagai provinsi yaitu Kalbar sebanyak 25 orang, Jatim 7 orang, Jabar  9 orang, Sulsel 45 orang, NTT 3 orang, NTB 7 orang, DKI Jakarta 2 orang. Lampung 2 orang, Sulbar 5 orang, Riau 2 orang, Jateng 5 orang, Bengkulu 2 orang, Sumut 3 orang dan Kaltim 1 orang.

Kedatangan para TKI bermasalah itu, kata Eeng, diangkut dengan mengunakan 3 bis dengan Nopol QAN 2896, QAN 1869 dan QMW 1610. Pemulangan mereka dikawal atau diantar langsung pihak Imigresen Bekenu Miri Malaysia dan KJRI Kuching dengan menggunakan 2 unit kendaraan jenis Van Nopol WTJ 2058 dan 29-504-CC. 

Setibanya di PLBN Terpadu Entikong, petugas Imigrasi Entikong dan Karantina Kesehatan Entikong melakukan pemeriksaan terhadap para TKI bermasalah tersebut. Selanjutnya dilakukan pendataan yang dilakukan Petugas P4TKI Entikong dan Polsek Entikong di Kantor ULKI Entikong.

Menurut Wakapolsek, dari hasil screening ditemukan beberapa permasalahan yang dialami TKI bermasalah sehingga harus dipulangkan. Diantara pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor dan tidak punya Visa/ Permit kerja.

“Setelah dilakukan proses screening, sekira jam 13.28 Wib 118 orang TKI bermasalah kemudian diberangkatkan menuju kantor Depsos Pontianak Kalbar untuk dipulangkan ke daerah asalnya, dengan terlebih dahulu menandatangi surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap,” ujar Eeng.

Wakapolsek menambahkan, untuk mencegah calon TKI tanpa dokumen lengkap masuk ke Malaysia, perlu dilakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih ketat terhadap para WNI / TKI yang akan masuk ke Malaysia melalui PLBN Terpadu Entikong.

“Kemudian, perlu terus dilakukanya sosialisasi kepada masyarakat hingga lapisan bawah tentang prosedur menjadi TKI yang resmi, sehingga masyarakat mengetahui dokumen apa saja yang perlu dibawa atau dilengkapi apabila akan bekerja ke luar negeri, khususnya Malaysia,” tutup Eeng. (jul/jek)