Polsek Entikong Ungkap 3 Kg Sabu Jaringan Internasional

Sanggau

Editor Andrie P Putra Dibaca : 253

Polsek Entikong Ungkap 3 Kg Sabu Jaringan Internasional
Pers rilis pengungkapan narkoba. (SP/Julianus)
SANGGAU, SP - Polsek Entikong berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional, Jumat (25/5). Hasilnya, dua orang tersangka dan 3 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dari negara tetangga Malaysia berhasil diamankan.

Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan mengatakan, narkotika jenis sabu-sabu itu dibawa dari Malaysia melalui jalur tikus di wilayah perbatasan di Kecamatan Entikong. 

"Dua orang tersangka berinisial Sa (24) dan Sa (37). Kedua tersangka ini sama-sama bertugas sebagai kurir. Pengiriman ini dikamuflase dengan pengiriman rokok,” katanya, saat rilis pers di Mapolres Sangggau, Selasa (29/5) petang.

Selain mengamankan barang bukti 3 Guanying Wang warna emas berisikan batu kristal putih narkotika jenis sabu, polisi juga mengamankan dompet warna coklat merk levis yang berisikan uang tunai senilai RM 1.750 dan uang senilai Rp414.000, RM 200, Hp Oppo warna hitam dan Hp Nokia putih, 1 unit Motor Yamaha dengan KB 3195 UQ, 3 Slop rokok merek Parkway dan 24 bungkus rokok merek Parkway, 1 unit Hp nokia warna merah hitam dan 1 unit Hp Sunberry warna Ros Glof dan satu buku pasport. 

Dijelaskan Kapolres, tersangka Sa 1 sebagai kurir masuknya narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus di wilayah Entikong. Sedangkan Sa 2, kurir yang membawa sabu tersebut dari Entikong ke daerah Balai Karangan untuk bertemu dengan sopir taxi.

Menurut Rachmat, Narkoba tersebut dikirim seseorang bernama Bis atau sebutan Paman yang berada di wilayah Tebedu, Malaysia. Modusnya, Bis atau Paman ini berkenalan dengan dua kurir ini, namun antara kurir tidak saling kenal,” terangnya.

Paman ini, lanjut Kapolres, yang berkomunikasi dengan Sa 1 terkait kapan diambil atau diantar narkoba tersebut dari Tebedu masuk ke Indonesia. Setelah itu, paman juga berkomunikasi dengan Sa 2 untuk mengambil barang dari Sa 1.

“Paman ini bisa berkomunikasi langsung dengan taksi atau yang menjemput dari Pontianak. Dikamuplase dengan taksi untuk mengambil di titik tertentu di wilayah kita dan Sa 2 mengantar di titik tersebut,” beber Kapolres.

Rachmat mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, kejahatan tersebut sudah tiga kali mereka lakukan. Pertama pada tanggal 10 Mei, 17 Mei dan pada tanggal 25 Mei saat dilakukan penangkapan.

“Menurut pengakuan para tersangka, tanggal 10 lebih ringan bobotnya dari tanggal 17 dan tanggal 17 juga lebih ringan dari tanggal 25. Namun kecil ini kami prediksikan bukan hanya 1 atau 2 gram,” katanya.

Kapolres menambahkan, setiap pengiriman, para tersangka mendapat imbalan RM2000 atau sebesar Rp7 juta dan yang satunya hanya menerima RM200. 

“Terhadap para tersangka kita kenakan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 114 dan pasal 112, dengan ancaman hukuman mati,” pungkasnya. (jul)