Dewan Ingatkan Kendaraan Uji Kir Jelang Mudik

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 163

Dewan Ingatkan Kendaraan Uji Kir Jelang Mudik
Ilustrasi. (Net)
SANGGAU, SP - Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro mengingatkan pemilik kendaraan angkutan untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR lebih awal dari waktu jatuh tempo. 

Menurut legislator Partai Golkar ini, pengujian kendaraan angkutan barang atatupun orang itu sangat penting, sehingga diketahui kondisi kendaraan sebelum digunakan. “Jelang mudik Lebaran tahun ini, kita minta pengusaha jasa angkutan untuk melakukan uji KIR, meski belum jatuh tempo. Hal ini penting dilakukan agar kendaraan angkutan bisa digunakan dengan aman dan layak jalan,” kata Konggo, Rabu (6/6).

Politisi daerah pemilih Kapuas ini berharap, pemilik kendaraan angkutan tertib melakukan uji kir. Karena uji KIR itu berdampak pada arus mudik dan arus balik Lebaran nanti, terutama soal keselamatan penumpang, barang maupun sopir itu sendiri.

Kemudian, lanjut Konggo, jika hasil uji KIR dinyatakan tidak layak beroperasi, Dinas Perhubungan jangan ragu untuk memberikan peringatan agar pemilik kendaraan melakukan pembenahaan terlebih dahulu terhadap kendaraannya.

“Jangan sampai kendaraan angkutan barang ataupun orang yang tidak layak, dibiarkan beroperasi. Kalau kendaraan itu dalam kondisi baik, tentu kecelakaan bisa dihindari. Keselamatan penumpang lebih terjamin,” ujarnya.

Konggo juga mengapresiasi razia ramp check yang dilakukan Dinas Perhubungan, BNNK dan Polres Sanggau. Ia menilai, langkah itu merupakan upaya yang tepat dalam menghindari atau mencegah sejak dini kecelakaan.

“Seperti saat razia ramp check yang dilakukan belum lama ini, selain sopir angkutan sawit yang positif narkoba, sopir taxi juga positif barang haram tersebut. Ini kan berbahaya, apalagi sopir taxi yang membawa penumpang. Bukan hanya membahayakan keselamatan sopir itu, tetapi juga penumpang,” katanya.

Sementara itu, tokoh pemuda Sanggau, Sulaiman berharap pemilik kendaraan angkutan barang dan orang menyiapkan sopir yang benar-benar baik. Selain memiliki SIM, sopir juga harus dalam keadaan baik atau sehat.

“Kalau sopirnya tidak sehat atau sopirnya mengkonsumsi narkoba seperti yang terungkap saat razia ramp chekck yang dilakukan belum lama ini, tentu semakin besar menyebabkan kecelakaan. Yang rugi juga penumpang dan pengguna jalan lain,” katanya.

Kepada para sopir angkutan, ia meminta untuk mempersiapkan fisik sebaik-baiknya saat berkendara dan tidak mengkonsumsi narkoba. 

“Kalau kedapatan mengkonsumsi narkoba, kita minta aparat menindaktegas yang bersangkutan. Karena sangat membahayakan penumpang dan pengendara lainnya,” pungkasnya. (jul/jek)