Pemilih Tidak Diharuskan Bawa e-KTP Saat Nyoblos

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 84

Pemilih Tidak Diharuskan Bawa e-KTP Saat Nyoblos
Ilustrasi. (Net)
SANGGAU, SP - Ketua KPU Kabupaten Sanggau, Sekundus Ritih mengatakan, pemilih tidak diharuskan membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) atau surat keterangan (suket) saat menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni 2018.

Ketentuan itu berlaku sejak KPU mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 574 tertanggal 8 Juni 2018 terkait penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan 2018.

“Perlu bawa formulir C6 (surat pemberitahuan memilih). Jika tidak ada bisa bawa KTP-El atau suket. Kalau pemilih tidak mendapat formulir C6, bisa mencoblos menggunakan KTP-El atau suket,” kata Sekundus Ritih, Kamis (21/6).

Dalam SE KPU pada angka 2 huruf a disebutkan, dalam memberikan suara di TPS pemilih yang terdaftar dalam DPT menunjukkan formulir model C6-KWK dan menunjukkan KTP-El atau suket kepada KPPS.

Selanjutnya, pada angka 2 huruf b disebutkan, dalam hal pemilih yang terdaftar dalam DPT sebagaimana disebutkan dalam angka 2 huruf a tidak dapat menunjukkan e-KTP atau suket, diperbolehkan menggunakan hak pilihnya. 

“Ketentuannya dalam surat edaran itu, petugas KPPS memastikan bahwa formulir Model C6-KWK yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan,” kata Sekundus.

Kemudian, dalam SE itu juga disebutkan, pemilih yang hadir di TPS diminta untuk mengisi formulir model C7-KWK dan menandatanganinya, dan apabila terdapat pemilih yang tidak dapat menulis dapat dibantu KPPS kelima.

Bagi daerah yang menyelenggarakan dua jenis pemilihan, menurut Sekundus, apabila terdapat pemilih pindahan yang akan menggunakan hak pilihnya, petugas KPPS wajib meneliti formulir model A5-KWK guna memastikan alamat asal pemilih sebagai dasar pemberian surat suara yang disesuaikan dengan jenis pemilihannya.

Selain itu, dalam SE KPU pada angka 2 huruf e disebutkan, berdasarkan Pasal 42 ayat (1) PKPU Nomor 8 Tahun 2018, pada pukul 12.00 waktu setempat, ketua KPPS mengumumkan yang diperbolehkan memberikan suara hanya pemilih yang telah hadir dan telah terdaftar atau tercatat kehadirannya dalam formulir C7-KWK oleh anggota KPPS kelima di TPS yang sedang menunggu giliran untuk memberikan hak suara. Ketentuan ini dimaknai pada pukul 13.00 waktu setempat.

Ia Menambahkan bagi pemilih yang sakit di rumah sakit di dekat TPS dan diyakini tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS, dapat dilayani hak pilihnya selama mendapat persetujuan pada saksi paslon dan Panwas TPS/PPL dengan cara menandatangani pemilih dan tetap mengutamakan kerahasian pemilih.  (jul/jek)