Bupati Sanggau Didesak Tindak Tegas PT SBI

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 160

Bupati Sanggau Didesak Tindak Tegas PT SBI
Ketua Komisi B DPRD Sanggau, M Jana
SANGGAU, SP - Ketua Komisi B DPRD Sanggau, M Jana meminta Bupati Sanggau mengambil langkah tegas terhadap PT. Surya Borneo Indah (SBI) yang mengabaikan hak-hak karyawannya.

Ia pun berjanji akan segera menggelar rapat di komisi untuk memperjuangkan hak-hak karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Dusun Padu, Desa Beginjan, Kecamatan Tayan Hilir itu.

Menurut dia, PT. SBI sudah tidak lagi menjalankan aktivitasnya sehingga berdampak pada hak-hak karyawan dan petani. Untuk itu, legislator PDIP Perjuangan ini mendesak bupati menindak tegas perusahaan tersebut.

“Tindakan tegas itu bisa saja dengan cara dialihkan ke pihak lain (takeover) atau Pemda sendiri yang mengendali PT. SBI demi masyarakat yang ada di sekitar perusahaan tersebut,” tegas Jana, Selasa (3/7).

Ia mengakui telah menerima perwakilan karyawan PT. SBI yang mengadukan masalah yang mereka alami. 

“Tanggal 2 Juli kemarin perwakilan karyawan PT. SBI datang ke Komisi B, aduan itu akan kita tindaklanjuti dengan lebih dulu menjadwalkan rapat internal komisi. Hasilnya nanti akan kita sampaikan ke bupati,” jelas Jana.

Lalainya pihak perusahaan membayar gaji dan THR karyawannya sangat disayangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro. 

“Apalagi sampai enam bulan belum dibayar, inikan memalukan,” katanya.

Konggo mengingatkan, tanpa karyawan perusahaan tidak bisa apa-apa. Ia pun mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menyikapi dengan serius masalah yang dialami karyawan di perusahaan tersebut. 

“Kita minta Disnakertrans segera memanggil pihak perusahaan agar segera menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sanggau, Jamilah menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali menangani persoalan tersebut. “Dan kemarin ada perwakilan karyawan PT. SBI datang ke kantor kami untuk mengadu masalah tersebut,” katanya.

Pihaknya, menurut Jamilah, sudah menghubungi pihak manajemen PT-SBI untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut. 

“Kami tanya ke manajemen, kira-kira kapan mereka bisa ke Sanggau. Mereka jawab bosnya lagi di Pakistan, kemungkinan sekitar tanggal 20 Juli bosnya bisa ke Sanggau,” tutupnya. 

Diberitakan sebelumnya, perwakilan karyawan PT SBI, Albar menyebut ada sekitar 400-an karyawan yang belum dibayar gaji selama enam bulan, termasuk belum menerima THR. Untuk memperjuangkan hak-hak karyawan, mereka mendatangi DPRD Sanggau pada 2 Juli lalu dan diterima Komisi B. (jul/jek)