300 Aparat Gabungan Amankan Pleno Rekapituliasi Pilgub di Sanggau

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 172

300 Aparat Gabungan Amankan Pleno Rekapituliasi Pilgub di Sanggau
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU Sanggau. (SP/Jul)
SANGGAU, SP - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub Kalbar tahun 2018 yang digelar KPU Sanggau di GPU Sanggau berlangsung aman.

"Alhamdulillah semua berkat dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat. Prediksi dari Kasat Intel dan pemantuan seluruh jajaran Polsek, relatif aman,” kata Wakapolres Sanggau, Kompol Dudung Setyawan kepada wartawan ditemui di sela-sela pengamanan," Kamis (5/7).

Untuk pengamanan sendiri melibatkan sekitar 300 personel gabungan TNI/Polri. Pengamanan dilakukan di beberapa titik, mulai dari pintu masuk halaman gedung hingga pintu masuk gedung.

"Siapapun yang tak berkepentingan dengan rapat pleno tak diperkenankan masuk. Jadi yang diperkenankan masuk hanya undangan-undangan saja," ujar Wakapolres.

Dipilihnya GPU sebagai tempat berlangsungnya pleno,  menurut Dudung, lebih pada alasan teknis.

“Lebih luas dan dekat dengan fasilitas umum, lebih dekat dengan pemantauan, karena dekat dengan Mapolres Sanggau. Jadi kalau ada pergerakan, bisa kita antisipasi dengan cepat,” katanya.

Sesuai jadwal, ada dua rapat pleno rekapitulasi, yaitu penghitungan suara hasil Pilgub dan Pilbup Sanggau.
Ketua KPU Kabupaten Sanggau belum bisa memastikan apakah pleno Pilbup langsung dilaksanakan usai pleno Pilgub atau digelar besok.

Ia menjelaskan, pada PKPU nomor 9 tahun 2019 pasal 3 disebutkan, dalam Pilgub dan Pilbup dilaksanakan bersamaan, KPU kabupaten terlebih dahulu melakukan rekapitulasi hasil Pilgub.

"Berdasarkan aturan tersebut, maka pada pagi hari ini kita bisa memulai dengan menghitung hasil rekap dari seluruh kecamatan, mulai dari Balai, Bonti, Entikong sampai terakhir Toba,” kata Sekundus.

Ia menambahkan, pleno rekapitulasi tersebut prinsipnya hanyalah pengulangan yang sudah dilakukan di tingkat PPK.

“Jadi kita hanya tinggal membaca ulang hasilnya untuk kita cocokkan. Atau kalau memang ada kekeliruan harus diperbaiki dalam pelaksanaan ini. Dan ini dilakukan secara terbuka, apa adanya. PPK yang membuka kotak dan membacakan hasilnya. Kemudian jika ada yang mau diperbaiki maupun dari saksi pasangan calon maupun Panwas boleh memberikan tanggapan," terangnya.

Masing-masing pasangan calon dapat menghadirkan empat saksi dengan ketentuan paling banyak dua orang sebagai peserta dalam rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara. Kemudian, setiap saksi hanya boleh menjadi saksi untuk satu pasangan calon.

“Saksi wajib membawa dan menyerahkan surat mandat yang ditandatangani Paslon atau tim kampanye pasangan calon tingkat Kabupaten Sanggau," katanya.

Berikutnya, saksi dapat menyampaikan catatan kejadian khusus atau keberatan setelah semua proses rekapitulasi tingkat kabupaten dibacakan. Dalam hal saksi dan atau Panwas, tidak hadir, pelaksanaan rekapitulasi tingkat kabupaten tetap dilaksanakan.

"Dan dalam hal Ketua atau anggota KPU dan saksi yang hadir tidak bersedia menandatangani formulir, formulir akan ditandatangani oleh anggota dan saksi yang hadir," pungkas Sekundus. (jul)