Pemkab Sanggau Peringati Hari Berkabung Daerah, Penghargaan Terhadap Jasa Para Pejuang Kalbar

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 110

Pemkab Sanggau Peringati Hari Berkabung Daerah, Penghargaan Terhadap Jasa Para Pejuang Kalbar
ZIARAH - Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot bersama forkopimda saat berziarah ke makam pahlawan usai upacara peringatan Hari Berkabung Daerah, Rabu (4/7). (Ist)
Jajaran Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar upacara peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalbar tahun 2018,  di halaman Kantor Bupati Sanggau, Rabu (4/7).

SP - Hadir dalam upacara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan, Dandim 1204/Sgu, Letkol Inf. Herry Purwanto, Kepala BNN Kabupaten Sanggau, Ngatya, para asisten Setda Sanggau, para kepala OPD, Anggota TP-PKK / DWP / GOW Kabupaten Sanggau, anggota Bhayangkari Kabupaten Sanggau, anggota Persit serta ASN di lingkungan Pemkab Sanggau. Usai upacara, dilanjutkan ziarah ke makam pahlawan untuk melakukan tabur bunga.

Upacara peringatan peristiwa mandor yang terjadi dari tanggal 23 April 1943 hingga 28 Juni 1944 itu merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para pejuang dan rakyat Kalbar yang gugur dalam melawan fasisme Jepang di Bumi Khatulistiwa.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati  Sanggau, Yohanes Ontot menekankan tiga hal penting kepada para penerus pembangunan Kalbar, terutama masyarakat Sanggau.

“Pertama, sejarah pembunuhan massal yang terjadi di Mandor merupakan sejarah perjuangan orang-orang tua dan saudara kita yang berjuang untuk menghapus penjajahan dari tanah Kalbar demi tegaknya NKRI,” kata Yohanes Ontot.

Kedua, disampaikan Ontot, peserta upacara yang notabene adalah generasi penerus pembangunan, hendaknya dapat memetik pelajaran terhadap peristiwa Mandor tersebut sebagai landasan mental yang kokoh dan kuat dalam menghadapi masalah yang membahayakan eksistensi Negara ini.

“Ketiga, jika dulu perjuangan yang dilakukan para pendahulu adalah merebut kemerdekaan dan menikmati hasil perjuangan, maka berkewajiban kita adalah untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut,” ujar Wabup.

Peringatan Hari Berkabung Daerah merupakan amanah dan konsekuensi dari ditetapkannya Perda Provinsi Kalbar No 5 Tahun 2017 tentang Peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Kalbar. Ontot menyebut, upacara peringaan ini secara otomatis melestarikan semangat kejuangan bangsa untuk tetap tegaknya NKRI. 

“Dengan ditetapkannya Perda tersebut menunjukan Pemprov Kalbar menaruh perhatian secara serius terhadap peristiwa ini. Sekaligus sebagai salah satu cara menghargai jasa para pejuang dan rakyat Kalbar yang gugur sebagai suhada dalam melawan fasisme tentara Jepang di Kalbar,” kata Wabup.

Peringatan Hari Berkabung Daerah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya dan biasanya dilaksanakan secara terpusat di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak untuk tingkat Provinsi Kalbar. Sedangkan untuk peringatan tingkat kabupaten dilaksanakan masing-masing daerah, BUMN, BUMD dan lembaga pendidikan sesuai Peraturan Gubernur No 60 Tahun 2013.

Ontot berharap, peringatan Hari Berkabung Daerah ini tidak hanya seremonial atau hanya sekedar pemenuhan formalitas saja. Namun melalui peringatan ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan untuk menghargai, motivasi dan inspirasi bagi setiap orang agar lebih maju guna mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman, sehat, cerdas, berbudaya dan sejahtera.

“Mengingat masa lalu, dimana pada masa penjajahan Jepang, Kalbar telah kehilangan satu generasi. Beberapa data yang terangkum dari berbagai sumber menyebutkan jumlah korban akibat keganasan yang dilakukan tentara Jepang mencapai lebih kurang 21.037 jiwa, sungguh suatu angka yang fantastis. Korban yang telah jatuh demi tegaknya NKRI begitu banyak dan janganlah sampai sia-sia,” pungkasnya. (julianus ratno/jek)