Persoalan PT SBI Dikhawatirkan Jadi Bom Waktu

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 100

Persoalan PT SBI Dikhawatirkan Jadi Bom Waktu
Ilustrasi. (Net)
SANGGAU, SP - Hak-hak karyawan dan petani yang belum diberikan PT. Surya Borneo Indah (SBI) perlu disikapi secara serius Pemkab Sanggau. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan bisa memantik emosi karyawan dan petani atau menjadi bom waktu.

Anggota DPRD Sanggau, Tehau meminta Pemerintah Kabupaten Sanggau bekerjasama dengan aparat keamanan segera menyelesaikan persoalan ini. Sebab, jika dibiarkan bisa memantik emosi para karyawan dan petani hilang kesabarannya. 

"Kita tahu situasi pasca Pilkada, banyak yang tidak puas dengan hasilnya, ini bisa berafiliasi menjadi kekuatan yang membahayakan,” kata Tehau, Rabu (4/7).

Legislator Partai Demokrat ini juga mengingatkan pihak manajemen dan pemilik saham PT. SBI agar segera bertemu, bertatap muka langsung dengan perwakilan petani dan karyawan untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut.

Tehau mengatakan, pada 2 Juli lalu, sekitar 20 orang perwakilan Karyawan PT. SBI mendatangi Kantor DPRD Sanggau dan ingin bertemu dengan anggota di Komisi D. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sanggau, Usman dan dua orang Anggota DPRD, Gusti Teja Kusuma dan dirinya sebagai perwakilan anggota DPRD dari Dapil 2.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut perwakilan karyawan berharap DPRD dapat memfasilitas perwakilan karyawan PT.SBI untuk bertemu dengan pihak managemen perusahaan dan pemerintah daerah.

Pihak perusahaan dan perwakilan karyawan, dikatakan Tehau, sudah melaksanakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan dimana perusahaan bersedia membayar gaji karyawan dan THR. Namun, kesepakatan itu sampai saat ini tidak ada kepastian. 

“Dan sebelum mengadu ke DPRD, perwakilan karyawan sudah bertemu dengan Disnakertrans, namun dari pihak perusahaan tidak hadir,” ujarnya.

Mengingat pihak perusahaan sudah berkali-kali tidak menepati hasil kesepakatan, Tehau beranggapan, perlu tindakan tegas dari pemerintah daerah dan bila perlu meminta bantuan pihak berwajib.

“Karena saya melihat, selain gaji dan THR karyawan, perusahaan itu juga belum membayar TBS petani. Oleh sebab itu pihak berwajib perlu turun tangan, jangan sampai para karyawan dan petani habis kesabarannya dan melakukan tindakan yang tidak kita diinginkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, P Sihotang mengatakan, pihaknya tetap membantu penyelesaian pembayaran TBS petani yang sampai sekarang belum tuntas. 

Namun menurut dia, perusahaan tersebut sudah tidak operasional sekitar satu tahun lebih karena induknya PT. Royal bangkrut. “Masih ada TBS petani sekitar Rp41 miliar belum dibayar. Termasuk gaji karyawan,” jelasnya.

Perusahaan itu,  lanjut Sihotang, tengah mencari mitra dan rencananya pada tanggal 20 juli akan tandatangan dengan investor baru. “Ini sesuai surat PT. SBI. Mudah-mudahan setelah tandatangan dengan investor baru semua dapat berjalan normal kembali,” tutupnya. (jul/jek)