4 Instansi Dapat Penghargaan dari BNNK Sanggau, Peringatan HANI 2018 Dipusatkan di RS Parindu

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 116

4 Instansi Dapat Penghargaan dari BNNK Sanggau, Peringatan HANI 2018 Dipusatkan di RS Parindu
Ilustrasi. (Net)
Kasi P2M BNNK Sanggau, Salbani
"Kebetulan peralatan  Rumah Sakit Parindu lebih lengkap dan di sana juga tempat kita melakukan rehabilitasi terhadap para pecandu narkotika."

SANGGAU, SP - Puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) akan digelar pada 12 Juli 2018 di Rumah Sakit (RS) Parindu yang beralamat di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Dalam peringatan itu, empat instansi bakal diberikan penghargaan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau 

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Salbani mengatakan, ada empat instasi yang bakal diberikan penghargaan, diantranya SMA Karya Kasih Parindu, Rumah Sakit Parindu, Polsek Entikong dan Kesbangpolinmas Sanggau.

Ia mengungkapkan alasan pihaknya memberikaan pernghargaan kepada tiga instansi ini, Kesbangpolimas Sanggau, terpilih karena sudah menganggarkan sendiri untuk kegiatan pencegahan narkoba, sementara SMA Karya Kasih melalui yayasannya telah sering bekerjasama dengan BNN dan memasukan pendidikan dalam pemberantasan narkoba.

"Kemudian Polsek Entikong, berhasil melakukan pencegahan dan pengungkapan narkoba. Sementara Rumah Sakit Parindu karena dijadikan tempat rehabilitasi bekerjasama dengan BNNK Sanggau sejak tahun 2013, baik rawat jalan maupun rawat inap," ujar Salbani, Selasa (10/7).

Menurutnya, dipilihnya di Rumah Sakit Parindu, sebagai tempat puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) memang sudah diwacanakan sejak jauh-jauh hari. 

“Kebetulan peralatan  Rumah Sakit Parindu lebih lengkap dan di sana juga tempat kita melakukan rehabilitasi terhadap para pecandu narkotika,” katanya, 

Ia menerangkan, BNNK Sanggau ikut merayakan HANI sebagai bagian dari komitmen lembaga itu dalam menyosialisasikan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Nantinya, ada beberapa kegiatan dalam peringatan HANI tersebut.

Adapun kegiatan peringatan HANI tersebut diantaranya, pembukaan seremonial peringatan HANI yang dilakukan pejabat Pemkab Sanggau dan penyerahan perhargaan kepada empat instasi yang dinilai memberikan sumbangsih terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika. 

Ia menambahkan, peringatan HANI tahun ini mengangkat tema Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkoba, untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat Tanpa Narkoba. 

Melalui momentum peringatan HANI, Salbani mengajak, para orang tua yang anaknya sudah menjadi korban silahkan melapor ke BNNK Sanggau untuk direhabilitasi. 

“Jangan takut dan jangan malu karena sudah menjadi korban dan saya jamin tidak akan diproses hukum. Khawatirnya kalau tidak segera direhab, dia bisa menularkan kebiasaan buruknya kepada orang lain, belum lagi ancaman kesehatan bagi pengguna. Jangan khawatir seluruh biaya rehabilitasi ditanggung sepenuhnya oleh Negara melalui BNNK Sanggau,” pungkasnya.

Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Anggota DPRD Sanggau, Bambang Joko Winayu mengatakan, dibutuhkan komitmen bersama dalam memerangi dan melawan narkotika. Ia menyebut, peran orang tua menjadi penting dalam membentengi anak-anak mereka dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Tidak hanya pemeirntah dan pihak swasta saja, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk bersama-sama melawan narkotika. Kita harus secara bersama-sama membangun kesadaran hidup sehat dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Menurut legislator Partai Nasdem ini, selain pemberantasan, langkah-langkah pencegahan juga sangat penting mengingat kelompok anak-anak dan remaja juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Kelompok keluarga harus menjadi sasaran pencegahan. Keluarga harus bisa menjadi benteng utama dalam melindungi anggota keluarganya dari ancaman bahaya narkotika tersebut. Jangan sampai generasi penerus bangsa ini rusak oleh narkotika,” tutup Bambang. (jul/jek)