Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke XIV, DAD Sanggau Ajak Pelihara Adat dan Budaya Leluluhur

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 112

Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke XIV, DAD Sanggau Ajak Pelihara Adat dan Budaya Leluluhur
GAWAI DAYAK - Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat menutup Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XIV Kabupaten Sanggau di Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Senin (9/7) malam. (Ist)
Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XIV Kabupaten Sanggau telah berakhir. Bupati Sanggau, Paolus Hadi menutup secara resmi gawai Dayak yang sudah masuk kalender kebudayaan pemerintah daerah setempat itu di Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Senin (9/7) malam.

SP - Pada kesempatan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara seni dan budaya yang telah ditinggalkan para leluhur.

“Promosikan budaya sehingga  masyarakat luas bisa memahami budaya kita. Dan harus bangga menjadi orang Dayak, kita hadir dan berinteraksi dengan baik, mampu menjalin komunikasi yang baik,” kata Yohanes Ontot.

Sehingga, lanjut Ontot yang Wakil Bupati Sanggau kini, bangsa Dayak bisa diterima siapapun dan menjadi bagian yang mampu menjaga keutuhan NKRI. 

“Pesan saya, jangan malu mengaku dirinya seorang Dayak, tapi harus bangga. Kita harus mampu merepormasi diri kita masing-masing, menyesuaikan perkembangan, namun jangan meninggalkan budayanya. Terima kasih kepada pengunjung yang telah jaga keamanan di area gawai ini,” katanya.

Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan gawai Dayak tahun 2018 juga disampaikan Ketua Panitia, Sudarsono. 

“Terima kasih juga kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi. Walaupun dari beberapa kegiatan atau perlombaan masih ada kecamatan yang tak mengikutinya, tapi kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali,” katanya.

Dalam sambutanya, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan, Gawai Dayak Sanggau yang difasilitasi Pemkab Sanggau ini menjadi even kebanggan masyarakat Dayak dan masyarakat Kabupaten Sanggau umumnya.

“Ini sudah ke-14 kali. Even ini jadi agenda rutin yang sudah ditetapkan. Even ini diselenggarakan untuk mengembangkan budaya Dayak Kabupaten Sanggau. Harapan kedepan, kegiatan ini semakin baik, sempurna dan semakin banyak menarik masyarakat Kalbar dan masyarakat luas untuk mengunjungi Sanggau,” ujar Bupati. 

Selain gawai Dayak, setiap tahun juga diselenggarakan kegiatan kebudayaan untuk etnis Melayu, Jawa dan Tionghoa. 

“Kita terbuka untuk etnis budaya manapun. Dan masyarakat Dayak memang mayoritas di Kabupaten Sanggau. Untuk itu, saya berharap kualitas semakin meningkat dan setara dengan masyarakat lainya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau itu juga menyampaikan di PGD Provinsi Kalbar tahun 2018, kontingen DAD Kabupaten Sanggau berhasil menjadi juara umum. 

“Ini prestasi yang cukup membanggakan, karena peserta yang dikirim merupakan hasil kegiatan gawai Dayak Sanggau,” pungkas Sudarsono. (julianus/jek)