Terlibat Korupsi Jalan Bonti-Bantai, Kabid di Dinas Cipta Karya Sanggau Ditahan Paksa

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 234

Terlibat Korupsi Jalan Bonti-Bantai, Kabid di Dinas Cipta Karya Sanggau Ditahan Paksa
Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Dr. M. Idris F. Sihite didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel. (SP/Jul)
SANGGAU, SP - Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam di Kejaksaan Negeri Sanggau, PNS di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang berinisial ARS dieksekusi paksa oleh penyidik ke Rutan Kelas IIB Sanggau, Rabu (11/7).

ARS diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek Jalan Bonti-Bantai, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau tahun 2016 dengan nilai proyek Rp2.765.581.000.

"Pada waktu itu, ARS menjabat sebagai PPK dan terakhir jabatannya adalah Kabid di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sanggau," kata Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Dr. M. Idris F. Sihite didampingi Kasi Pidsus, Ulfan Yustian Arif dan Kasi Intel, Iman Khilman saat menggelar konferensi pers di Aula Kejaksaan Negeri Sanggau, Rabu (11/7) sore.

Tidak hanya ARS, sebelumnya penyidik Kejaksaan Negeri Sanggau juga telah menetapkan tersangka lainnya berinisial A (pelaksana) dan S (pemilik perusahaan).

"Mereka sebelumnya telah kita tetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan nomor : PRINT -01.a/Q.1.14/Fd.1/03/2018 pada tanggal 29 Maret 2018," kata Kajari.

Penahanan paksa yang dilakukan penyidik, dijelaskan Idris bukan tanpa mempertimbangkan aspek-aspek kemanusian, tetapi lebih kepada pertimbangan penyidikan.

"Saya hanya mengamini apa yang sudah diusulkan tim penyidik bahwa tim penyidik sudah yakin atas proses penyidikan yang dijalani dan mereka menemukan alasan objektif sesuai dengan Undang-undang," terang Kajari.

Penahanan terhadap ARS, lanjut Idris,  dimungkinkan sesuai dengan ancaman pasal yang dikenakan terhadap tersangka.

"Ada juga alasan subjektif sehingga yang bersangkutan dipandang perlu dikenakan penahanan," katanya.

Sebelum ditahan hak-hak tersangka, menurut Kajari tetap dipenuhi penyidik.

"Setelah diperiksa tadi dan sebelum ditahan, tersangka kita bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya ditempatkan di Rutan Kelas IIB Sanggau," pungkasnya. (jul)