Kades Balai Karangan Langsung Ditahan Usai Diperiksa

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 2277

Kades Balai Karangan Langsung Ditahan Usai Diperiksa
DITANGKAP - Tersangka MY saat berada di dalam mobil kejaksaan dan hendak dibawa menuju Rumah Tahanan Negara Kelas II Pontianak, Selasa (31/7). (SP/Ratno)
SANGGAU, SP - Kepala Desa (Kades) Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau berinisial MY resmi ditahan Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong, Selasa (31/7). MY ditahan penyidik usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau.

Seperti diketahui, MY tersangkut kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang lebih dikenal dengan Proyek Nasional Agraria (Prona) tahun 2017.

"Tersangka MY ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas II Pontianak. Kita lakukan penahanan agar tersangka tidak berusaha menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi yang lain. Info yang kita dapatkan, tersangka berupaya mempengaruhi saksi-saksi yang lain,” kata Kepala Cabjari Sanggau, Akwan Annas.

MY akan ditahan selama 20 hari ke depan terhitung Selasa hari ini. Tersangka akan dijerat Pasal 12 huruf e (jo) pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Dalam perkara tersebut, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan menemukan alat bukti. Dari pemeriksaan saksi dan alat bukti, MY diduga menarik pungutan liar dengan total mencapai Rp500 juta lebih, untuk penerbitan sertifikat hak atas tanah pada program PTSL di Kecamatan Sekayam.

Kasus tersebut bermula pada 2017 ketika BPN meluncurkan program penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk wilayah Kecamatan Sekayam. Seharusnya, biaya administrasi penerbitan sertifikat yang menjadi program unggulan Presiden Joko Widodo itu sebesar Rp250 ribu, namun MY diduga menarik pungutan antara Rp800 sampai Rp1,5 juta/sertifikat.

"Sementara ini kita masih fokus pada MY, tapi tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak lain juga. Nanti kita sampaikan kalau ada tersangka lain dalam kasus ini," pungkas Akwan. (jul/bls)