Juru Bicara PH-YO: Kami Yakin MK Tolak Gugatan Pemohon

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 212

Juru Bicara PH-YO: Kami Yakin MK Tolak Gugatan Pemohon
Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Nomor Urut 2 Paulos Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO). (Ist)
SANGGAU, SP - Juru bicara Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Nomor Urut 2 Paulos Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO), Andriyus Wijaya optimis gugatan permohonan yang dajukan Paslon Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason selaku pemohon akan ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sehubungan dengan komentar yang disampaikan Cabup nomor 1, Yansen Akun Effedy mengenai hasil sidang MK besok, itu hak yang bersangkutan. Kita lihat saja putusan MK besok pagi dan diharapkan semua pihak dapat menerima dengan besar hati apa yang sudah diputuskan oleh MK,” katanya, Kamis (9/8).

Menurut Andri, sapaan akrabnya, tidak perlu membangun opini yang tidak baik terhadap pelaksanaan Pilkada Sanggau 2018. Ia menyebut, jika ada kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraan Pilkada Sanggau, jangan lalu diasumsikan bahwa hal itu untuk pemenangan atau untuk mengalahkan salah satu pasangan calon tertentu. 

“Mari tunjukkan kearifan dan kebijakan sebagai seorang pemimpin dalam menyikapi pelaksanaan pilkada Sanggau yang telah berlangsung. Saya sangat yakin masyarakat Kabupaten Sanggau sudah cerdas dan dewasa dalam menilai apa yang terjadi,” katanya.
 
Terkait sidang perkara Pilkada Sanggau akan dilanjutkan besok dengan agenda “pengucapan putusan”, Andri berkeyakinan putusan MK besok akan menolak permohonan pemohon yang meminta MK untuk membatalkan surat keputusan KPU Sanggau mengenai penetapan rekapitulas hasil perhitungan perolehan suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018.

Keyakinannya itu didasari  analisa terhadap 2 kali sidang yang telah berlangsung sebelumnya dan mendalami materi yang disampaikan oleh pemohon, termohon, panwaslu dan pihak terkait serta mempelajari beberapa putusan MK terkait sengketa pilkada serentak periode sebelumnya.

“Menurut pihak kami, hal yang paling mendasar ditolak gugatan oleh paslon nomor 1 Yansen-Ason adalah tidak terpenuhi persyaratan sebagaimana telah diatur dalam pasal 158 ayat (2) UU No. 10 Tahun 2016 dan pasal 7 ayat (2) huruf b Peraturan MK No.5 Tahun 2017,” ujar Andri. 

Besok setelah mengetahui hasil pengucapan putusan oleh MK, ia juga mempersilahkan rekan-rekan media massa untuk mewawancarai langsung Paslon PH-YO untuk mendengarkan pendapat mereka terhadap putusan MK tersebut. (jul)