Yansen Optimis Gugatan Sengketa Pilkada Sanggau Diterima MK

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 179

Yansen Optimis Gugatan Sengketa Pilkada Sanggau Diterima MK
Calon Bupati Sanggau nomor urut 1, Yansen Akun Effendy saat berada di Gedung MK. (Ist)
SANGGAU, SP - Sidang sengketa Pilkada Sanggau tahun 2018 akan kembali dilanjutkan pada, Jumat (10/8) besok. Sebagai pemohon, Calon Bupati Sanggau nomor urut 1, Yansen Akun Effendy optimis gugatan diterima MK. 

"Kalau pengamatan saya selama mengikuti sidang, sinyalemennya jawaban KPU dan Panwaslu saling bertolak belakang," kata mantan Bupati Sanggau ini, Kamis (9/8).

Disinggung materi gugatan, Yansen mencontohkan terkait DPT ganda. Ia mengatakan, KPU mengakui terdapat DPT ganda atau pemilih yang palsu atau dipalsukan. Padahal, urusan penentuan DPT jenjangnya panjang, dimulai dari pendataan yang dilakukan PPDP ke DPS dan terakhir ke DPT.

"Semestinya tidak terjadi manipulasi data yang sangat luar biasa seperti ini jika prosedurnya berjalan sesuai aturan. Bahkan kami mendapatkan informasi data yang digunakan PPDP tidak dipakai oleh KPU," jelas Yansen.

Kemudian, lanjut dia, ketentuan jumlah surat suara di setiap TPS juga dilanggar oleh KPU.

"Aturannya sudah jelas. Kebutuhan surat suara di TPS adalah jumlah DPT ditambah cadangan dua setengah persen dari DPT," kata Yansen.

Selain itu, sambung Yansen, blanko C 1 pleno juga dicetak tidak sesuai ketentuan yang telah diatur dalam PKPU.

"Pengisian data dalam blanko C KWK dan C 1 KWK juga tidak sesuai ketentuan, ada yang diisi dengan pensil serta bertipe-x atau ditebalkan. Padahal peralatan Pilkada tidak mengenal pensil dan tipe-x, yang ada balpoint dan spidol. Jadi sarat dengan pelanggaran," ujarnya. 

Pelanggaran KPU lainnya, menurut Yansen, hak para pemilih disabilitas yang sudah menggunakan hak pilihnya tidak dimasukkan dalam tabulasi jumlah suara pemilih yang sah.

"Ini sudah pelanggaran berat dan bisa menjadi bahan lelucon, belum lagi persoalan membuka kotak suara yang tersegel yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Padahal tabu untuk dilakukan dalam pemilu yang jurdil dan bermartabat," tegasnya.

Ia menambahkan, putusan MK terkait sengketa Pilkada Sanggau sangat menentukan nasib masyarakat Sanggau lima tahun ke depan. 

Melalui sidang ini, Hakim MK diuji sebagai pengawal konstitusi dan penentu akhir dalam memutuskan sengketa Pilkada, baik mengenai perselisihan angka maupun pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

"Apapun alasan dan argumennya sengketa Pilkada harus dituntaskan," demikian kata Yansen. (jul)