Nursaka, Lewati Perbatasan Indonesia dan Malaysia untuk Sekolah

Sanggau

Editor Jindan Dibaca : 389

Nursaka, Lewati Perbatasan Indonesia dan Malaysia untuk Sekolah
Nursaka dengan seragam merah putihnya
ENTIKONG, SP - Semangat bocah 8 tahun menempuh sekolah di perbatasan Indonesia viral di media sosial. Dia adalah Nursaka, siswa kelas 3 SDN 03 Sontas, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kisah anak dari pasangan suami istri Sudarsono dan Juliani ini, menjadi perbincangan publik setelah beredar aktivitas Nursaka yang pertama kali diunggah oleh Kantor Imigrasi Entikong. 

Bagaimana tidak, ia setiap hari harus melintasi perbatasan dua negara di Entikong, Indonesia-Tebedu Malaysia untuk bersekolah.

"Mau jadi dokter gigi, mau jaga gigi orang. Kalau ketemu Pak Jokowi, mau minta sepeda sama dijadikan dokter," ucap Nursaka kepada Suara Pemred, Senin (10/9).

Nursaka lahir di Sanggau pada 2010. Ayahnya berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur dan Ibunya berasal dari Simpang Aur, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. 

Dulunya, bocah bertubuh gemuk ini tinggal bersama orang tuanya di Entikong. Namun karena usaha ayahnya bangkrut, mereka sekeluarga pindah ke Tebedu, Malaysia dan menumpang di salah satu rumah warga setempat yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Border Perbatasan Malaysia

"Sekolah di Sontas (Indonesia), pergi sekolah numpang sama kawan bapak ke Border Tebedu (Malaysia), terus jalan kaki ke PLBN Entikong. Dari PLBN naik ojek ke sekolah. Kalau pulang dari sekolah naik oplet dulu ke PLBN, terus numpang mobil sama yang mau ke Malaysia," kata Nursaka,  (Zul)