Perjuangan Pemulung Kuliahkan Dua Anaknya

Sanggau

Editor Angga Haksoro Dibaca : 189

Perjuangan Pemulung Kuliahkan Dua Anaknya
Sanggau, SP - Bekerja sebagai pemulung tidak menyurutkan semangat Ayang Mas untuk memberikan pendidikan formal terbaik kepada kedua anaknya. Di balik kehidupannya yang memprihatinkan, ibu berusia 44 tahun ini mampu menguliahkan anaknya di perguruan tinggi negeri di Pontianak.  

Ayang warga Lingkungan Kantu, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Ayang berpisah dengan suami pertamanya, dan menikah lagi dengan lelaki bernama Usman Lilek (67 tahun) yang juga bekerja sebagai pemulung.  

Dari pernikahannya yang pertama, Ayang Mas dikaruniai 3 anak, Herman Susanto (24 tahun), Dewi Safitri (20 tahun) dan Agus Prasetya (20 tahun). “Dewi kuliah di IKIP PKRI semester 3 dan Agus kuliah di Polnep. Dewi dan Agus sama-sama semester 3,” kata Ayang saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/10).  

Tak ingin anak-anak bernasib sama seperti dirinya, Ayang berusaha keras menguliahkan 2 anaknya ke perguruan tinggi. “Saya ini tamatan SD saja bang. Saya tak mau anak saya seperti saya. Biar saya yang susah, asal anak-anak berkecukupan,” kata Ayang.  

Keterbatasan ekonomi membuat Ayang tidak mampu memberikan fasilitas pendidikan kepada anaknya seperti mahasiswa berkecukupan lainnya. Agus anak Ayang sempat bercerita soal kebutuhan laptop untuk kuliah.  

“Saya memahami kesulitan ibu. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit bang. Saya kasihan dengan ibu. Kadang mau bayar semester pinjam sana sini,” ujar Agus.  

Saat ada tugas kampus, Agus mengaku sering meminjam laptop kepada temannya. “Di kampus biasanya ada tugas dan itu butuh laptop. Selama ini saya minjam kawan. Kadang tidak enak juga karena kawan juga pakai laptopnya.”  

Ismi tetangga Ayang mengaku prihatin melihat kondisi ekonomi keluarga itu. Tapi dia bangga meski hidup serba terbatas, Ayang punya tekad menguliahkan anak-anaknya. “Saya tahu betul kondisi Ayang. Kalau ada kelebihan rejeki pasti saya bantu,” ujar Ismi.  

Ismi berharap, ada pihak-pihak yang membantu keluarga Ayang. Terutama membantu kuliah kedua anaknya.  

“Harapan saya ada dermawan yang mau bantu. Kalau untuk kebutuhan mendesak, insy Allah saya masih bisa bantu. Kalau ada yang mau bantu jangan dalam bentuk uang, cukup belikan laptop untuk Agus,” ujar Ismi. (jul)