Izin Pabrik Sawit Tanpa Kebun Terancam Dicabut

Sanggau

Editor Angga Haksoro Dibaca : 571

Izin Pabrik Sawit Tanpa Kebun Terancam Dicabut
Sanggau, SP – DPRD Sanggau mengancam mencabut izin pabrik sawit yang tidak memiliki area kebun sendiri. Pemerintah daerah dapat mencabut izin usaha pabrik sawit yang melanggar aturan.    

Peraturan Menteri Pertanian 21/2017 tentang Pedoman Izin Usaha Perkebunan, mewajibkan pabrik sawit memenuhi sedikitnya 20 persen total bahan baku dari hasil kebun sendiri.  

“Di Kabupaten Sanggau ada dua pabrik kelapa sawit yang tidak ada kebun, yakni PT SBW di Kecamatan Tayan Hulu dan PT TBS di Kecamatan Kembayan. Boleh-boleh saja membangun pabrik tanpa kebun, tapi ada aturannya,” kata Anggota Komisi B DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro, Selasa (16/10).   Menurut Konggo, syarat utama izin pabrik sawit adalah dalam jangka 3  tahun industri pengolahan sawit sudah harus mampu menyiapkan 20 persen lahan sebagai pemasok bahan baku ke pabrik tersebut.   “Apabila dalam waktu tiga tahun mereka tidak mampu menyiapkan, kami harapkan pemerintah daerah untuk mencabut izin operasionalnya. Itu berdasarkan Permentan 21 tahun 2017, bunyinya seperti itu,” kata Konggo.   Konggo menambahkan, saat baru beroperasi pabrik kelapa sawit boleh bekerjasama dengan petani swadaya untuk memasok kebutuhan sawit. Setelah 3 tahun, pabrik wajib memiliki kebun sendiri. “Sekarang PT SBW kalau tidak salah sudah 2 tahun dan PT TBS setahun lebih kalau tidak salah. (jul)