Kamis, 19 September 2019


Open Bidding Sekda Masih Nihil Pelamar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 64
Open Bidding Sekda Masih Nihil Pelamar

Ilustrasi Open Bidding

SANGGAU, SP - Sejak dibuka 5 September 2019 lalu, open bidding atau seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau masih belum ada pelamar. Namun demikian, ada sejumlah nama yang disebut memenuhi syarat untuk ikut dalam seleksi jabatan karir tertinggi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu.

“Sampai sekarang, belum ada yang daftar. Kemungkinan masih mempersiapkan berkas, karena ada dokumen-dokumen yang harus diurus ke instansi tertentu,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sanggau, Herkulanus HP, Senin (9/9).

Misalkan, dijelaskan dia, surat keterangan kesehatan dan surat keterangan bebas narkoba yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah. Kemudian surat keterangan kesehatan jiwa yang ditandatangani oleh dokter spesialis kejiwaan yang ada di RSJ Pontianak. “Waktu pendaftaran kan sampai tanggal 19 September 2019. Masih ada waktu 10 hari lagi,” ujar Herkulanus.

Ia menyebut, ada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sanggau yang memenuhi persyaratan untuk bisa ikut seleksi. Diantaranya John Hendri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau.

Kemudian, lanjut Herkulanus, ada Kukuh Triyatmaka yang saat ini menjabat sebagai Pj Sekda Kabupaten Sanggau. Dan Kukuh juga tercatat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau.

Selain itu, sambung dia, Yulia Theresia yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, H Roni Fauzan yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sanggau serta H Burhanuddin yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Sanggau.

Seperti diketahui, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi ASN untuk bisa ikut dalam seleksi tersebut. Yakni memiliki riwayat jabatan pernah atau sedang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II.b dalam dua jabatan yang berbeda, lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II atau Diklat fungsional tingkat ahli madya, telah menyampaikan LHKPN dan SPT tahunan.

“Bagi pelamar dari luar Kabupaten Sanggau harus ada persetujuan tertulis dari pejabat pembina kepegawaian. Dan salah satu persyaratan lainnya yang juga harus terpenuhi adalah usia paling tinggi 56 tahun TMT 1 November 2019,” terang Herkulanus.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau John Hendri mengaku siap untuk ikut open bidding. “Pada prinsipnya, kita ikut. Dan keikutsertaan ini paling tidak bisa membantu bupati mencapai visi dan misi. Sekarang persyaratan sedang diurus, terutama ada surat keterangan kejiwaan yang harus diambil ke Pontianak, tidak boleh dititip. Rencana Rabu (ke Pontianak),” katanya ditemui usai menghadiri paripurna di DPRD Sanggau, Senin (9/9).

Ditanya terkait kesiapan menghadapi serangkaian tahapan seleksi, terutama setelah melewati seleksi administrasi? John Hendri menegaskan, harus banyak membaca kiri dan kanan. “Kalau bicara kesiapan, karena ini sudah dituntut harus maju, ikut serta, mau tidak mau kan harus belajar. Misalkan pada seleksi teknis atau makalah, perlu banyak membaca kiri kanan. Karena ini terkait dengan tugas dan fungsi selaku calon sekda, tentunya harus sejalan dengan bupati,” ucapnya.

Bagi John Hendri, semua yang memenuhi persyaratan untuk bisa mengikuti seleksi jabatan Sekda ini tidak mesti dianggap rival. Ia justru berharap semuanya bisa saling mengisi. “Dan pengalaman temen-teman juga banyak, dari sisi riwayat jabatan rata-rata dua kali memegang jabatan yang berbeda,” tuturnya.

Hal lain, lanjut John Hendri yang sangat penting adalah berkaitan dengan manajerial. Karena jabatan Sekda tidak serta merta sebagai pembantu bupati. Tetapi lebih dari itu, bagaimana mengkoordinasikan lintas sektoral, terutama dalam OPD sendiri. 

“Kemudian bagaimana juga memfasilitasi, melakukan komunikasi, baik itu dengan forkopimda maupun DPRD. Termasuk juga dalam memfasilitasi urusan masyarakat. Itu semua harus kita akomodir,” pungkasnya. (jul) 

Berdasarkan Nilai Tertinggi

Wakil Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Bambang berharap proses open bidding jabatan Sekda Sanggau berjalan transparan, dan apapun hasilnya nanti dapat dipahami sebagai yang terbaik untuk dipilih memegang jabatan karir tertinggi bagi ASN tersebut. 

“Keterbukaan dalam open bidding juga perlu. Karena dalam seleksi terbuka ini kita mendapatkan satu tokoh, satu pejabat yang betul-betul kita ketahui bersama-sama kemampuan dan kapasitasnya,” katanya ditemui usai paripurna di DPRD Sanggau, Senin (9/9).

Ia berharap, semua pihak dapat mempercayakan seluruh proses open bidding ini kepada tim panitia seleksi. Artinya, siapapun peraih nilai tertinggi dalam seleksi ini dapat dihargai dan itulah yang terbaik.

Legislator Partai Golkar ini tidak sependapat jika yang dipilih sebagai Sekda Sanggau nantinya tidak berdasarkan nilai tertinggi. “Open bidding sebagai satu proses, satu cara yang kita sepakati dalam hal menghasilkan yang terbaik, kenapa kita mengingkari itu. Saya tidak mau itu (nilai tertinggi tidak mesti dipilih) terjadi. Mungkin ada kendala-kendala non teknis, tapi kita percayakan dengan proses open bidding ini, itu kita sepakati bersama,” ujarnya.

Bambang menegaskan, ketika sudah berbicara nilai tertinggi, tidak ada lagi ini orangnya siapa, ini bawaan siapa, titipan siapa. “Saya berharap, semua pihak kalau sudah keluar hasil open bidding ini, harus bisa menerima. Jangan ada intervensi, cari kesalah,” timpalnya.

Selain itu, Bambang juga berharap Sekda Sanggau nantinya adalah figur yang benar-benar memiliki kapasitas dan kapabilitas, mampu memimpin birokrasi di Kabupaten Sanggau. “Kita harapakan juga, sosok sekda yang mau menerima segala kritikan, masukan dan mau duduk bersama sebagai mitra. Bukan hanya sebagai pengambil keputusan atau penentu kebijakan saja, tetapi seorang sosok yang mampu dan mau bekerjasama, baik secara teknis, bisa memahami segala riak-riak, kondisi di DPRD yang sangat dinamis,” tutupnya. (jul)